‘Outlook’ Indo-Pasifik Inisiatif Indonesia Disepakati di KTT ASEAN ke-34

KTT ASEAN (istimewa)

Bangkok, MINA – Konsep ASEAN Outlook on the Indo-Pacific (wawasan Indo-Pasifik) inisiatif Indonesia disepakati pada Sesi Pleno Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN ke-34 yang dipimpin Perdana Menteri Thailand, Y.M. Prayut Chan-o-cha di Bangkok pada Sabtu (22/6).

Presiden Joko Widodo yang hadir dalam pleno tersebut menyampaikan terima kasih kepada semua negara anggota ASEAN yang telah memberikan kontribusi berharga dalam mengembangkan konsep tersebut.

“Dengan disepakatinya Outlook ini, akan menjadi dasar bagi ASEAN dalam mengembangkan kerja sama kongkret dengan berbagai negara ke depannya” ucap Presiden Jokowi dalam siaran pers Kemlu RI, Senin (24/6).

Ia mengatakan, rivalitas kekuatan besar berpotensi mempengaruhi perdamaian dan stabilitas serta upaya pencapaian kemakmuran di kawasan Asia Tenggara.

Saat ini adalah waktu yang tepat bagi Pemimpin ASEAN untuk menyepakati “ASEAN Outlook on the Indo-Pacific” yang mencerminkan kesatuan dan sentralitas ASEAN dalam menjunjung prinsip-prinsip perdamaian, penguatan budaya dialog, dan peningkatan kerja sama.

ASEAN Outlook on the Indo-Pacific mengusulkan empat bidang kerja sama yaitu bidang maritim, konektivitas, pembangunan berkelanjutan dan ekonomi.

Presiden RI dalam pidatonya juga menekankan pentingnya ASEAN yang kuat, bersatu dan mampu menjadi motor perdamaian dan stabilitas. Dalam kaitan ini, Presiden mengimbau perlunya ASEAN menyikapi perang dagang yang berkepanjangan antar kekuatan besar yang berimbas secara luas kepada negara-negara di kawasan.

Kerja sama ekonomi dengan negara mitra ASEAN juga perlu diperkuat dengan mendorong penyelesaian perundingan Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP).

Dalam upaya integrasi ekonomi di kawasan, ASEAN diimbau untuk meminimalkan hambatan non-tarif agar Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) mendapatkan manfaat lebih dari integritas ekonomi kawasan.

Pada sesi retreat, Presiden RI mengangkat isu perkembangan situasi di Rakhine State. Menurutnya, komitmen bersama ASEAN sangat diperlukan dalam mengatasi isu pemulangan pengungsi ke Rakhine State.

Sesuai hasil KTT ASEAN pada November 2018, ASEAN telah memberikan mandat kepada AHA Center untuk mengirim Needs Assessment Team guna mengidentifikasi area kerja sama di Rakhine State untuk memfasilitasi proses repatriasi pengungsi.

Dengan telah dilaksanakannya preliminary needs assessment, disarankan agar dibuat timeframe yang jelas bagi tindak lanjut upaya tersebut. Keamanan di Rakhine State dinilai merupakan faktor kunci bagi terlaksananya proses repatriasi. (T/Sj/R01)

Mi’raj News Agency (MINA)