Pakar Hukum: Berantas Terorisme dengan Program Pengentasan Kemiskinan

PARASONG
Pakar Hukum, anggota DPR RI, DR. Ali Taher Parasong, S.H, M.Hum

Banten, 14 Rabi’ul Akhir 1437/24 Januari 2016 (MINA) – Pakar hukum lulusan Universitas Padjajaran (Unpad) Bandung, M. Ali Taher Parasong menyatakan pemerintah membuat program pengentasan kemiskinan untuk memberantas terorisme di Indonesia.

“Pengentasan kemiskinan adalah cara efektif jangka panjang untuk memberantas terorisme dan radikalimse, khususnya di indonesia,” ujarnya dalam Silaturahim dan Tabligh Jama’ah Muslimin (Hizbullah) bertema “Kesatuan umat sebagai wujud Islam rahmatan lil alamin” di Masjid Al-Muttaqin Cibodas, Banten, Ahad (24/1).

Menurutnya, revisi undang-undang no 15 tahun 2003 tentang pemberantasan tindak pidana terorisme hanyalah bersifat reaktif dan jangka pendek. Namun, yang paling penting adalah upaya pemerintah memperkecil kesenjangan dan meratakan keadilan social bagi masyarakat.

“Besarnya angka Kemiskinan, minimnyanya masyarakat dalam mendapatkan akses pendidikan, dan kurangnya kesejahteraan yang dialami rakyat merupakan akar permasalahan terjadinya terorisme,” ujar aktifis yang kini menjadi anggota DPR RI komisi IX itu.

Dari data yang ada, sebanyak 53 juta rakyat Indonesia yang hanya lulus SD, dari mereka itu, hanya 12 juta saja yang terserap dalam lapangan kerja, artinya ada puluhan juta rakyat Indonesia yang sudah minim pendidikan, ditambah jadi pengangguran pula. Ini yang harus diperhatikan secara serius, paparnya.

“Jika indikator pertumbuhan ekonomi Indonesia 2015 yang hanya 4,8 persen dan setiap satu persennya mampu menyerap 400 ribu tenaga kerja, berarti hanya dua juta rakyat yang terserap dalam lapangan kerja pada 2015,” papar mantan staf ahli Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan (era 2009-2014) itu.

Untuk itu, ia mengajak umat Islam untuk lebih peduli dengan keadaan sekitar, bersama-sama membangun perekonomian berbasis kerakyatan dan utamanya peningkatan pemahaman agama yang menyeluruh. (L/R03/P04)

Mi’raj Islamic News Agency (MINA)