Pakar Palestina: Israel Gagal Ciptakan Keretakan Antar Gerakan Perlawanan

Beirut, MINA – Para pakar dalam urusan Palestina menyimpulkan, pendudukan Israel telah gagal menciptakan keretakan antar gerakan perlawanan Palestina.

Pernyataan muncul dalam diskusi panel yang diadakan oleh Pusat Studi dan Konsultasi Al-Zaytouna dengan judul “Agresi Israel terhadap Jalur Gaza dan akibatnya di masa depan”, di Beirut, Kamis (11/8). Quds Press melaporkan.

Dr. Walid Abdel Hai, seorang ahli dalam studi masa depan Palestina mengatakan, “Keputusan Hamas untuk tidak berpartisipasi secara militer dalam pertempuran kemarin itu memang benar.”

Menurutnya, pendudukan sedang berfokus dalam pertempuran ini untuk memperluas celah antara posisi Hamas dan Jihad Islam.

“Israel mencoba mengambil keuntungan dari perkembangan internasional dan regional. Namun tidak bisa,” lanjutnya.

Sementara itu, Haitham Abu Ghazlan, seorang pemimpin Jihad Islam, mengatakan, “Pendudukan belum mampu menciptakan kesenjangan antara Hamas dan Jihad, meskipun media dan upaya politiknya mengarah ke sana.”

“Kami tetap melakukan konsultasi bersama gerakan perlawanan lainnya di Jalur Gaza,” ujarnya.

Atef Al-Julani, pemimpin redaksi situs web Al-Sabil, mengatakan tujuan pendudukan Israel dalam serangan ini adalah “untuk mencapai perolehan suara, mendapatkan kembali inisiatif, dan menyesuaikan keseimbangan kekuasaan setelah kekalahan pada Pertempuran Pedang al-Quds.”

Al-Julani menekankan pentingnya terus mengkoordinasikan posisi dan reaksi antara faksi-faksi, tidak terseret dalam provokasi musuh, dan untuk menghindari gesekan. (T/RS2/P2)

Mi’raj News Agency (MINA)