Pakar Parenting: Seimbangkan urusan Dunia dan Akhirat

, 12 Shafar 1438/12 November 2016 (MINA) – Pakar Parenting, Bendri Jaisyurrahman mengatakan, yang memiliki visi jelas adalah keluarga yang memandang akhirat sebagai tujuan akhir tanpa melupakan dunia.

“Keluarga Qur’ani bukan yang sifatnya duniawi, bukan yang anaknya menang lomba ngaji dimana-mana. Demi Allah, bukan!” tegasnya pada acara Kalkulus Spesial Olimpiade Penca Qur’an yang bertajuk Membangun Karakter Keluarga Qur’ani, di Islamic Center, Bekasi, Sabtu (12/11).

Selama ini, katanya, kita sering salah mengartikan anak mandiri. Kalau dalam artian umum anak mandiri adalah anak yang sudah bisa mandi sendiri, makan sendiri, dan mencari penghasilan sendiri.

“Jika kita lihat dari perspektif Islam, anak mandiri adalah anak yang sudah bisa bangun solat subuh,” ujarnya.

Ia menandaskan, untuk membangun keluarga Qur’ani, tidak semudah membalikkan telapak tangan. Perlu upaya yang keras dan dukungan dari semua pihak agar tujuan mulia ini tercapai.

“Salah satunya mendidik anak, perlu adanya motofasi-motifasi agar si anak tidak merasa tertekan. Yakni dengan mengenalkan Allah sejak dini, tanamkan aqidah Islam, kenalkan Al-Qur’an pada anak sedini mungkin, ciptakan keluarga yang agamis, dan berikan kabar-kabar gembira,” katanya.

Menurut dia, Al-Qur’an sangatlah penting dalam kehidupan, karena sebagaimana kita tahu bahwa Al-Qur’an adalah sebagai pedoman hidup untuk mencapai kebahagiaan dunia dan akhirat.

“Cita-cita keluarga Qur’ani adalah berharap adanya pertemuan yang lebih indah nantinya, yakni masuk syurga bersama,” tutupnya. (L/ima/R02)

Mi’raj Islamic News Agency (MINA)