Pakistan Tulis Surat ke Liga Arab Tentang “Kekejaman” India di Kashmir

Islamabad, 9 Dzulqa’dah 1437/12 Agustus 2016 (MINA) – Pemerintah Pakistan mengatakan telah menulis surat kepada Liga Arab yang menyoroti kebrutalan India di Kashmir dan meminta negara-negara anggotanya untuk campur tangan.

Kementerian Luar Negeri Pakistan (FO) mengatakan, Penasihat Urusan Luar Negeri Sartaj Aziz dalam sebuah surat kepada Sekretaris Jenderal Liga Arab, Ahmed Aboul Gheit, mengatakan, kerusuhan saat ini di wilayah lembah itu adalah wujud pernyataan perasaan dari rakyat Kashmir.

“Penasehat menggarisbawahi bahwa India telah melepaskan teror terhadap warga sipil tak berdosa dan tak berdaya sejak pembunuhan terhadap pemimpin muda Kashmir Burhan Wani,” kata FO, demikian The Indian Express memberitakan yang dikutip Mi’raj Islamic News Agency (MINA).

Penasihat juga menekankan bahwa situasi saat ini di Kashmir adalah hasil dari penolakan yang terus berlanjut kepada India. Rakyat Kashmir menuntut hak untuk menentukan nasib sendiri yang pernah dijanjikan oleh Dewan Keamanan PBB dalam resolusi yang relevan kepada mereka.

Aziz juga mengatakan pemberontakan spontan dan masif merupakan manifestasi bahwa perjuangan Kashmir benar-benar adat yang tidak bisa disamakan dengan terorisme.

Negara-negara Liga Arab juga telah mendesak dengan menyeru India untuk segera menghentikan “pembantaian dan pertumpahan darah” di Kashmir dan melaksanakan resolusi DK PBB yang tertunda.

Surat itu adalah upaya terbaru oleh Pakistan untuk melibatkan masyarakat internasional dalam masalah Kashmir. Sebelumnya, Pakistan juga menulis surat kepada PBB tentang situasi di Kashmir.

Kashmir telah berada di bawah kuncian keamanan dan jam malam sejak terjadi pembunuhan terhadap seorang komandan gerilyawan populer pada 8 Juli yang memicu beberapa aksi protes.

Protes yang terjadi adalah yang terbesar terhadap kekuasaan India dalam beberapa tahun terakhir.

Puluhan ribu orang telah menentang berlakunya jam malam dan berpartisipasi dalam protes jalanan, mengakibatkan sering terjadi bentrokan antara warga yang melempar batu dengan pasukan pemerintah menembakkan peluru tajam dan gas air mata.

Pasukan pemerintah India menangkap lebih dari seribu pengunjuk rasa di Kashmir selama dua pekan terakhir. (T/P001/R02)

Mi’raj Islamic News Agency (MINA)