Gaza, MINA – Presiden Komite Internasional Palang Merah, Mirjana Spoljaric, pada Sabtu (30/8) mengecam rencana pasukan pendudukan Israel mengevakuasi Kota Gaza sebagai persiapan pendudukan, menekankan evakuasi massal tersebut mustahil dilakukan dengan aman.
“Tidak mungkin melakukan evakuasi massal penduduk Kota Gaza dengan cara yang aman dan bermartabat dalam situasi saat ini,” kata Spoljaric dalam pernyataan pers, dan menyebut rencana evakuasi tersebut “bukan hanya tidak layak tetapi juga tidak dapat dipahami.”
“Evakuasi semacam itu akan memicu pengungsian besar-besaran yang tidak dapat ditanggung oleh wilayah mana pun di Jalur Gaza, mengingat tingkat kerusakan infrastruktur sipil dan kekurangan makanan, air, tempat tinggal, dan perawatan medis yang parah,” tambahnya.
Dikutip dari Palinfo, pernyataannya muncul setelah tentara pendudukan Israel menyatakan Kota Gaza sebagai “zona pertempuran berbahaya” pada Jumat, saat mereka bersiap untuk menguasai kota terbesar di Jalur Gaza hampir dua tahun setelah perang dimulai.
Baca Juga: Larang Pejabat Palestina Hadiri UNGA, AS Langgar Perjanjian Markas Besar PBB 1947
Sejauh ini, tentara pendudukan belum memerintahkan penduduk untuk meninggalkan kota, tetapi juru bicara berbahasa Arabnya, Avichay Adraee, mengatakan pada Rabu bahwa evakuasi kota “tak terelakkan.”
Israel menghadapi tekanan internasional dan domestik untuk mengakhiri perang yang menghancurkan di Gaza, di mana mayoritas penduduk telah mengungsi dan Perserikatan Bangsa-Bangsa telah menyatakan kelaparan di wilayah tersebut.
PBB memperkirakan populasi Kegubernuran Gaza, yang meliputi Kota Gaza dan sekitarnya, sekitar satu juta orang.
Sejak 7 Oktober 2023, Israel, dengan dukungan penuh AS, telah melakukan genosida di Gaza yang melibatkan pembunuhan, kelaparan, penghancuran, dan pemindahan paksa, sementara mengabaikan semua seruan internasional dan perintah Mahkamah Internasional untuk menghentikannya.
Baca Juga: Terdesak, Pasukan Israel Mundur dari Pusat Pertempuran di Kota Gaza
Genosida Israel telah menyebabkan 63.371 orang syahid, 159.835 orang terluka, lebih dari 9.000 orang hilang, ratusan ribu orang mengungsi, dan kelaparan yang merenggut nyawa 332 orang, termasuk 123 anak-anak. []
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Empat Tentara Israel Hilang di Gaza, Pertempuran Meningkat