Palestina Akan Gelar Pemilu

(Foto: PIP)

Istanbul, MINA – Anggota Biro Ppolitik Hamas Husam Badan mengatakan, Palestina akan mengadakan pemilihan umum yang  akan ditetapkan dalam pertemuan para Sekjen. Faksi-Faksi dipimpin Presiden Mahmoud Abbad di Ramallah pada Oktober nanti.

Hal tersebut disampaikan Badran pada wawancara televisi dalam rangkaian dialog antara Hamas dan Fatah di Istanbul, selama tiga hari yang berakhir Kamis (24/9).

Ia menyatakan, persoalan Palestina tengah menghadapi upaya penghapusan nyata, karena itu kami berharap pemilu Palestina akan berjalan dengan bebas merdeka dengan landasan partisipasi semua elemen nasional. Demikian dilaporkan PIP yang dikutip MINA, Jumat (25/9).

Menurutnya, dalam tiga hari pertemuan, telah dicapai sejumlah landasan yang akan menjadi visi dan peta jalan menuju partisipasi dan kontribusi Palestina secara menyeluruh, mencakup semua entitas dan elemen Palestina.

Pertemuan tersebut digelar berdasarkan peristiwa penting yang berhasil menghadirkan para sekretaris jenderal faksi-faksi Palestina, dan pertemuan lainnya baik bilateral maupun kolektif bersama semua elemen Palestina.

Badran menegaskan, landasan utama dalam menghadapi tantangan dan konspirasi adalah persatuan bangsa Palestina.

“Dengan ijin Allah, kami akan menempuh jalan ini, agar kami bisa menyampaikan kepada dunia dan kepada penjajah, bahwa keputusan Palestina merupakan keputusan bersama, dan tidak ada satu pihak yang boleh terlibat dengan upaya menghapus persoalan Palestina,” tegasnya.

Badran menambahkan, bangsa Palestina dengan semua elemen kekuatannya tidak mungkin mengibarkan bendera putih. “Kami merupakan para pemilik hak nasional, tidak ada satu pihak yang berhak mengatasnamakan kami atau mempermainkan hak Palestina yang telah dijamin hukum internasional dan telah dikenal puluhan tahun berjuang,” imbuhnya.

“Karena itu tidak ada peluang untuk melanjutkan perselisihan antara kami dan saudara-saudara kami di gerakan Fatah,” ungkap Badran.

Salah satu penyebab yang mendukung persatuan ini, bahwa pihak resmi yang menggelar perundingan dengan penjajah dan berharap dukungan Amerika Serikat ternyata mengalami jalan buntu, akibat pengkhianatan Israel dan sokongan penuh Amerika Serikat bagi penjajah zionis.

“Saat kami mengalah dalam beberapa hal, ini semua dilakukan untuk kepentingan bangsa, dan upaya ini makin menguatkan kami sebagai salah satu kewajiban untuk bangsa,” lanjut Badran.

“Kami di Hamas akan selalu siap untuk mengalah bagi kepentingan bangsa, demi mencapai kesepakatan atas dasar partisipasi bersama dalam waktu dekat, agar mampu menunjukan diri kepada dunia bahwa kami bersatu melawan penjajah,” pungkasnya.

Jaminan utama untuk merealisir persatuan adalah adanya kesiapan yang baik dari kedua pihak, bahwa bangsa Palestina mampu mengayomi semua elemennya.

Badran menjelaskan, ada banyak pihak yang telah mendukung dialog Palestina di sepanjang tahun-tahun sebelumnya, dan terakhir Turki, dimana kami berterimakasih kepada rakyat dan pemimpinnya atas upaya ini.

Hamas dan Fatah mengeluarkan rekomendasi bersama seputar pertemuan partisipatif antara keduanya di Istanbul, yang menegaskan focus pada langkah yang disepakati para sekjen yang telah menggelar pertemuan di awal bulan ini di Ramallah dan Beirut.

Kedua gerakan terbesar di Palestina ini menyepakati langkah mematangkan visi bersama dan dilanjutkan dengan dialog nasional yang diikuti semua kekuatan dan faksi-faksi Palestina.

Deklarasi final akan disampaikan secara resmi dalam pertemuan para sekjen di bawah pengawasan Presiden Palestina, Mahmoud Abbas di bulan Oktober mendatang, dan dilanjutkan dengan penerapan usai konferensi secara langsung.(T/R1/P1)

 

Mi’raj News Agency (MINA)

Comments are closed.