Gaza, MINA – Dana Investasi Palestina (PIF) menjajaki kesepakatan teknis dengan Perusahaan Induk Gas Alam Mesir (EGAS) untuk mengekstraksi gas dari ladang gas Marine di lepas pantai Gaza, menurut sumber Palestina.
Sumber itu mengatakan, kedua belah pihak akan menandatangani kesepakatan pada akhir 2022, melalui persetujuan distribusi saham dan mekanisme penjualan gas. Anadolu Agency melaporkan, Senin (10/10).
PIF yang merupakan dana kedaulatan resmi Palestina, dan Consolidated Contractors Company (CCC) yang berbasis di Athena masing-masing memiliki 27,5% saham di ladang gas Marine. Sedangkan 45% sisanya akan diberikan kepada perusahaan yang beroperasi.
Setelah penandatanganan kesepakatan, EGAS akan mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk mengembangkan lapangan gas agar dapat beroperasi dalam waktu 30 bulan.
Baca Juga: Oposisi Israel Kritik Pemerintahan Netanyahu, Sebut Perpanjang Perang di Gaza Tanpa Alasan
Sumber itu tidak memberikan perincian tentang posisi Israel dalam kesepakatan itu. Namun mengatakan operasi lapangan akan sesuai dengan semua aktor yang relevan.
Ladang Marine 1, ladang gas pertama Gaza, ditemukan pada 1990-an di perairan teritorial wilayah kantong itu.
Ladang ini terletak 36 kilometer (23 mil) barat Jalur Gaza di perairan Mediterania dan dikembangkan pada tahun 2000 oleh perusahaan British Gas.
Ladang Marine 2 terletak di daerah perbatasan laut antara Gaza dan Israel. Namun, Palestina tidak dapat memanfaatkan kedua ladang gas karena Israel tidak menyetujuinya. (T/RS2/P1)
Baca Juga: Hamas Ungkap Borok Israel, Gemar Serang Rumah Sakit di Gaza
Mi’raj News Agency (MINA)