Palestina Hanya Pilih Rusia Jadi Mediator Pembicaraan dengan Israel

Abbas dan Putin (foto: AFP)

Ramallah, MINA – Menteri Luar Negeri Palestina Riyad Al-Maliki mengatakan, para pemimpin Palestina bersedia untuk dimulainya kembali pembicaraan dengan Israel jika mereka dimediasi oleh Rusia.

“Kami percaya Presiden Vladimir Putin dan yakin bahwa pertemuan akan membuahkan hasil serta menghentikan rencana Israel menganeksasi sebagian wilayah Tepi Barat yang diduduki,” kata al-Maliki seperti dikutip dari Al Jazeera, Rabu (3/6).

“Palestina bersedia melakukan pembicaraan dengan Israel melalui konferensi video dan di bawah mediasi Rusia,” katanya.

Namun Al-Maliki mengatakan, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu pernah dua kali menggagalkan rencana Rusia untuk mengadakan diskusi di Moskow.

Sebelumnya Al-Maliki telah mengatakan, Amerika Serikat tidak bisa lagi menjadi mediator perdamaian Palestina dengan Israel karena Washington telah berpihak pada Israel.

“Kami tidak dapat menerima Pemerintah AS sebagai perantara tunggal untuk perdamaian antara kami dan Israel. AS telah memihak dan mereka sekarang sepenuhnya mengadopsi posisi Israel. Hasilnya mereka bukan perantara yang jujur lagi,” kata Al-Maliki dalam sebuah konferensi pers virtual dengan wartawan dari asosiasi koresponden PBB di Jenewa, ACANU pada Senin (1/6) dikutip laman Anadolu Agency.

Ia juga menyorot rencana Israel mencaplok sebagian wilayah Tepi Barat, padahal Palestina telah menerima semua resolusi PBB, termasuk Resolusi 86 Dewan Keamanan dari Resolusi 242 pada 1967 dan Resolusi 2334 pada 2016.

“Sekarang Pemerintah Israel yang baru dibentuk secara terbuka dan resmi menyatakan bahwa aneksasi wilayah negara Palestina sebagai prioritasnya. Untuk deklarasi perang terhadap hak-hak Palestina ini, Israel bergantung pada apa yang disebut ‘Kesepakatan Abad Ini’ yang digagas Pemerintah AS yang kami tolak secara total,” ucap Al-Maliki. (T/RE1/P1)

Mi’raj News Agency (MINA)