PALESTINA – ISRAEL SETUJUI USUL MESIR PERPANJANG GENCATAN SENJATA 24 JAM

Rekonstruksi Jalur Gaza menjadi salah satu poin kesepakatan perundingan di Kairo. rumah warga di timur Jabliya Hancur diombardir Israel.  Foto : mirajnews.com
Rekonstruksi Jalur Gaza menjadi salah satu poin kesepakatan perundingan di Kairo. rumah warga di timur Jabliya Hancur diombardir Israel.
Foto : mirajnews.com

Gaza, 23 Syawwal 1435/19 Agustus 2014 (MINA) – Palestina menyetujui usulan Mesir untuk melakukan perpanjangan gencatan senjata selam 24 jam terhitung mulai Selasa (19/8) pukul 00.01 waktu Gaza atau pukul 04.01 dini hari waktu Indonesia bagian barat. Demikian salah seorang pemimpin  Hamas, Ezat Al Rishq, mengatakan Senin malam waktu Gaza.

“Perpanjangan gencatan senjata selama 24 jam diadakan atas permintaan Mesir untuk memberikan kesempatan menyelesaikan atau mempelajari butir-butir kesepakatan,” ujar Rishq seperti disiarkan TV Aqsa dan dikutip Koresponden Mi’raj Islamic News Agency (MINA) di Gaza.

Sementara itu anggota delegasi Palestina untuk perundingan tidak langsung di Kairo, yang juga Wakil Ketua Biro Politik Hamas, Dr. Mousa Abu Marzouk, menyatakan, secara formal belum tercapai kata sepakat dalam perundingan tidak langsung dengan Israel yang dimediasi Mesir tersebut.

“Kami berada di depan sebuah jalan yang membingungkan untuk Palestina, kami belum mencapai kesepakatan hingga saat ini, dan yang dikatakan media tidak benar, sebab ketika tercapai kesepakatan, akan diumumkan secara resmi,“ demikian Musa Abu Marzouk dalam pernyataan resminya Selasa dini hari waktu Gaza.

Abu Marzouk menyatakankan, Mesir telah mengusulkan perpanjangan gencatan senjata selama 24 jam.

Namun ia menegaskan kembali, delegasi Palestina tidak akan menyerah terhadap satu tuntutanpun.

“Kami belum mencapai kesepakatan hingga saat ini, perpanjangan senjata selama 24 jam telah diusulkan dan diumumkan oleh Mesir. Penundaan ini tidak akan bermanfaat, karena kami berada di depan hak hak rakyat Palestina dan tidak akan menyerah terhadap satu tuntutanpun,” tegas Abu Marzouk.

Azam Al Ahmad, ketua delegasi  Palestina untuk perundingan tidak langsung di Kairo menyatakan, bahwa berita-berita tentang hasil perundingan tidak benar dan belum tercapai kata sepakat kecuali perpanjangan gencatan senjata 24 jam.

“Semua kabar tentang perundingan tidak benar, dan belum tercapai kata sepakat untuk gencatan senjata permanen, namun kami telah menyepakati perpanjangan gencatan senjata selama 24 jam, dan setelahnya baru akan diketahui apakah ada yang disepakati atau tidak,” ujar Ahmad di Kairo.

Sementara media Israel menyatakan bahwa Pemerintah Israel juga telah menyetujui perpanjangan  gencatan senjata tersebut.

Sebelumnya beberapa media menyatakan, semua faksi Palestina dengan suara bulat menyetujui delapan butir kesepakatan gencatan senjata, diantaranya :

  1. Membuka semua perbatasan dan mengangkat semua blokade Jalur Gaza secara penuh, termasuk untuk memasukkan bahan bangunan di bawah kontrol internsional,
  2. Rekosntruksi Jalur Gaza di bawah pengawasan pemerintah yang dipimpin Hamdalah (PM Palestina),
  3. Menyelesaikan permasalahan listrik secara penuh dalam jangka maksimum 1 tahun,
  4. Memperluas daerah penangkapan ikan untuk nelayan, 6 hingga 9 mil, selanjutnya 12 mil, dalam jangka waktu maksimum 6 bulan,
  5. Mencabut blokade keuangan secara penuh terhadap Jalur Gaza,
  6. Membangun kembali situasi Gaza sebelum dimulainya perang terakhir terhadap Gaza,
  7. Menyepakati pembangunan pelabuhan Gaza dengan menunda pembahasannya selama satu bulan sejak ditandatanganinya perjanjian dan mencakup pembahasan secara penuh manajemen pelabuhan dan mekanisme teknis dan administrasi lainnya,
  8. Menunda perundingan masalah tahanan selama sebulan ke depan sejak ditandatanganinya pernjanjian.

Sumber di Kairo menyatakan, delegasi Palestina telah menandatangani perjanjian dengan suara bulat, demikian juga delegasi Israel telah menandatangani perjanjian tersebut di bawah naungan Uni Eropa.

Rakyat Gaza menyambut gembira kabar tentang perkembangan perundingan di Mesir, meskipun belum disepakati secara penuh. Dua jam sebelum gencatan senjata lima hari berakhir, rakyat Palestina seolah merayakan kemenangan  dengan bersorak sorai menyambut informasi tersebut, sementara beberapa lainnya menembakkan senjata ke udara menyambut hasil perundingan itu.

Sementara itu pesawat tanpa awak atau drone Israel terus berputar putar di langit Gaza, dengan ciri khas suara bisingnya. Puluhan pesawat tersebut masih terbang di langit Gaza untuk memata-matai pergerakan rakyat Gaza di tengah gelap gulitanya Jalur Gaza. (K01/IR)

Comments: 0