Palestina Kutuk Serangan Polisi Israel di Al-Aqsa Beberapa Setelah Gencatan Senjata

Polisi Israel menyerbu dan menyerang jamaah Muslimin Palestina di komplek Masjid Al-Aqsa Pestina.(Foto: WAFA)

Kota Al-Quds, MINA – Pemerintah Palestina mengutuk keras serangan terbaru oleh Polisi Israel ke lokasi kompleks Masjid Al-Aqsa di Yerusalem yang diduduki.

Serangan tersebut dilakukan beberapa jam usai kesepakatan gencatan senjata dicapai antara Israel dan faksi-faksi Palestina yang dimulai pada Jumat dini hari (21/5).

Sekretariat Kabinet Palestina mengatakan dalam keterangan resminya, Jumat kemarin, serangan Israel terhadap situs-situs suci Muslim dan Kristen di Yerusalem adalah provokasi yang dapat mendorong wilayah itu ke dalam siklus kekerasan dan ketegangan sekali lagi.

“Pemerintah Israel, dengan melanjutkan tindakan provokasinya melalui serangan dan penyerbuan, menantang upaya internasional yang telah dilakukan untuk mencapai ketenangan dan menghentikan kekerasan dan eskalasi di Yerusalem dan wilayah Palestina yang diduduki, serta menghentikan agresi di Gaza,” kata pernyataan itu.

Palestina menegaskan, otoritas pendudukan Israel memikul tanggung jawab penuh atas berbagai eskalasi yang terjadi.

Palestina juga menuntut komunitas internasional untuk menekan Israel agar menghentikan pelanggaran dan serangannya terhadap situs-situs suci.

Israel juga diminta untuk menghormati status quo hukum dan sejarah di Masjid Al-Aqsa.

Sedikitnya 15 warga Palestina terluka pada Jumat sore ketika pasukan polisi pendudukan Israel menterbu halaman kompleks Masjid Al-Aqsa di Yerusalem (Kota Al-Quds) yang diduduki.

Para saksi mata di dalam kompleks Al-Aqsa tersebut mengatakan, usai shalat Jumat banyak jamaah Muslim tinggal di tempat itu untuk merayakan gencatan senjata di Gaza.

Kemudian pasukan polisi Israel menyerbu halaman dan mulai menembakkan peluru berlapis karet dan gas air mata ke para jamaah.

Sedikitnya 15 jamaah terluka oleh peluru berlapis karet, sementara banyak lainnya menderita sesak napas dan pingsan karena gas air mata atau dipukuli oleh polisi.

Beberapa jamaah, termasuk wanita dan anak-anak, diserang secara fisik oleh petugas polisi yang menyerang. Jamaah lainnya juga dipukuli.

Semua yang terluka dibawa dan menjalani perawatan di rumah sakit terdekat. (T/R1/P1)

 

Mi’raj News Agency (MINA)