Palestina Luncurkan Pembangkit Listrik Tenaga Surya 30 MW

energi surya al monitor
Energi tenaga surya di Palestina (almonitor)

Abu Dhabi, 24 Jumadil Awwal 1437/3 Maret 2016 (MINA) – Pemerintah Palestina meluncurkan proyek pembangunan listrik tenaga surya sampai dengan 30 MW (Mega Watt atau 30 juta watt), sebagai bagian dari beberapa inisiatif tahun ini.

Surat kabar Abu Dhabi The National menyebutkan, proyek itu disampaikan pada Konferensi Surya Timur Tengah di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab (UEA), 1-3 Maret ini.

Timur Tengah secara keseluruhan diharapkan dapat menyelesaikan tender listrik tenaga surya sebanyak 4 GW (Giga Watt atau 4 miliar watt) tahun ini.

PV Magazine menyebutkan, proyek-proyek tenaga surya adalah bagian dari meningkatkan fokus negara pada energi terbarukan sebagai alternatif, mengingat untuk energi impor tidak dapat diandalkan dan lebih mahal dari Israel.

“Proyek ini diharapkan dapat menghemat anggaran hampir 100 juta dolar AS (sekitar 1,3 triliun rupiah)”, Menteri Energi dan Sumber Daya Alam Palestina, Omar Kittaneh, mengatakan pada Kantor Berita MENA.

Menurutnya, tender pembangkit listrik tenaga surya Palestina akan mencakup 10 MW untuk masing-masing 11 gubernuran, dan akan mencapai total 110 MW selama empat tahun ke depan.

Ia menambahkan, 35 MW lebih lanjut dari kapasitas surya akan ditambahkan ke sektor komersial, publik dan perumahan dan 25 MW dialokasikan ke sektor bisnis. Proyek-proyek akan memenuhi syarat untuk pinjaman lunak dari Dana Surya Palestina 50 juta dolar AS (sekitar 665 miliar rupiah).

Palestina saat ini menghasilkan sekitar 20% dari kebutuhan listrik sendiri 800 MW, 80% lainnya masih diimpor dari Israel.

Dalam upaya untuk menghasilkan lebih banyak energi sendiri, pemerintah Palestina mendorong pengembangan energi tenaga surya.

“Kami melihat energi terbarukan tidak hanya sumber besar energi, tetapi juga untuk menyelamatkan nyawa,” imbuh Kittaneh.

Tenaga Surya di Timteng

Pengembangan energi tenaga surya mulai dilirik oleh pemerintah di kawasan Timur Tengah sebagai aternatif yang potensial di kawasan gurun, guna mengantisipasi cadangan dan harga sumber minyak dan gas.

Pada acara Konferensi Surya Timur Tengah di Abu dhabi, UEA, 1-3 Maret ini, sejumlah 140 peserta pameran terkait tenaga surya hadir mengisi stand, dengan lebih dari 4.000 pengunjung, dari 85 negara.

Konferensi menekankan pengembangan maksimal surya di wilayah tersebut. Menurut Asosiasi Industri Surya Timur Tengah, Timteng diproyeksikan untuk mendapatkan tender sebanyak 4 GW energi surya pada tahun 2016.

Menurut Dewan Perempuan untuk Energi Terbersihkan WICE (The Women in Clean Energy), pihaknya mendorong tenaga profesional perempuan dan mahasiswa di bidang energi terbarukan untuk bekerja di sektor energi terbarukan.

Menurut catatan, dengan energi listrik tenaga surya di wilayah ini akan lebih rendah biayanya dibandingkan dengan harga minyak dan gas. (P4/R01)

Mi’raj Islamic News Agency (MINA)