Palestina Surati DK PBB agar Jalankan Perannya Terapkan Resolusi

Ramallah, MINA – Kementerian Luar Negeri Palestina mengirim surat kepada PBB pada Jumat (25/12) meminta Dewan Keamanan untuk menjalankan kembali perannya dalam menerapkan resolusi, termasuk Resolusi DK PBB 2334 tentang permukiman Israel dan kekerasan oleh pemukim.

Dalam suratnya, Kementerian mencatat “lonjakan kekerasan pemukim Israel yang disaksikan selama sepekan terakhir tidak hanya bertujuan meneror komunitas Palestina yang tidak berdaya di Tepi Barat yang diduduki, tetapi juga bertujuan mencuri tanah Palestina lebih banyak untuk kepentingan kolonial pos-pos permukiman Israel.”

“Serangan pemukim Israel terhadap warga Palestina dan properti publik dan pribadinya difokuskan di wilayah selatan, timur dan barat kota Nablus, di utara Tepi Barat,” katanya, Asharq Al-Awsat melaporkannya.

Kementerian menambahkan, dengan menargetkan daerah tersebut, pemukim dan organisasi pemukim berusaha mencapai blok permukiman yang lebih besar yang akan mencegah kemungkinan pembentukan negara Palestina.

“Serangan pemukim bertujuan mencapai dan memaksakan aneksasi bertahap dan efektif dari semua area yang diklasifikasikan sebagai Area C dan akhirnya mengisraelisasinya,” kata surat itu.

Kementerian menyalahkan pemerintah Israel dan pemerintahan Presiden AS Donald Trump, menganggap mereka bertanggung jawab atas lonjakan kekerasan pemukim Israel, yang dikatakan akan mencegah setiap peluang untuk mencapai perdamaian berdasarkan solusi dua negara.

Surat itu datang di saat Tepi Barat menyaksikan hari berdarah pada hari Jumat.

Setidaknya dua warga Palestina terluka ketika pasukan Israel menyerang protes pekanan terhadap permukiman Israel di desa Kafr Qaddum, dekat kota Qalqilia.

Di Nablus, pasukan Israel menyerang ratusan warga Palestina yang mengambil bagian dalam protes tanpa kekerasan di desa Beit Dajan.

Para pengunjuk rasa disambut dengan kekuatan brutal. Tentara Israel menembakkan tabung gas air mata dan granat kejut untuk membubarkan protes. (T/RI-1/R1)

 

Mi’raj News Agency (MINA)