Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Palestina Terpilih sebagai Ketua G 77 di PBB

Bahron Ansori - Jumat, 27 Juli 2018 - 13:46 WIB

Jumat, 27 Juli 2018 - 13:46 WIB

6 Views

Duta Besar Palestina di Palestina Riyad Mansour menegaskan bahwa negaranya akan memimpin Kelompok Blok 77 di PBB [File: Anadolu Agency]

Al Quds, MINA – Negara Palestina terpilih sebagai negara ketua Kelompok (G) 77, blok terbesar negara-negara berkembang di PBB, sebuah langkah yang telah membuat jengkel Israel.

Kelompok 77 didirikan pada tahun 1964 oleh 77 negara dan dirancang untuk mempromosikan kepentingan ekonomi kolektif mereka, serta untuk meningkatkan kapasitas negosiasi bersama mereka pada semua masalah ekonomi internasional utama dalam PBB, seperti dikutip MINA dari Al Jazeera.

Selama bertahun-tahun, blok itu telah diperluas hingga mencakup 135 anggota hari ini, yang mewakili 80 persen populasi dunia. Blok itu juga berbicara sebagai satu suara di Majelis Umum.

Palestina akan mengambil alih kepemimpinan pada Januari 2019 untuk memimpin kelompok 77 dari Mesir yang mempin saat ini.

Baca Juga: Australia Tuntut Penyelidikan Independen Pembunuhan Petugas Medis di Gaza

Dalam wawancara telepon dengan The New York Times, Duta Besar Palestina PBB Riyad Mansour mengonfirmasi langkah itu, dan mengatakan, Palestina akan bernegosiasi mewakili 135 negara.

Langkah ini secara luas dianggap sebagai langkah progresif atas nama Palestina, yang memegang status pengamat negara non-anggota di PBB. Namun, Israel telah menyuarakan tentangannya yang kuat.

“Tujuan Kelompok 77 awalnya bertujuan untuk memfasilitasi kemajuan ekonomi negara-negara terbelakang,” kata Duta Besar Israel Danny Danon dalam sebuah pernyataan kepada The New York Times.

Ia melanjutkan, sangat disayangkan bahwa sekarang akan menjadi platform untuk menyebarkan kebohongan dan hasutan. Ini tidak akan mempromosikan tujuan G-77, dan justru akan mendorong Palestina untuk tidak terlibat dalam negosiasi perdamaian.

Baca Juga: Hamas Puji Ibtihal al-Saad Yang Mengungkap Peran Microsoft Bantu Israel

Sekutu Israel, Amerika Serikat (AS), membangkitkan kemarahan Otoritas Palestina dengan mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel pada Desember lalu, yang mengakibatkan PA memutuskan hubungan diplomatik dengan negara itu.

AS baru-baru ini juga telah memotong pendanaan kepada Badan Pengungsi dan Bantuan PBB (UNRWA) yang melayani jutaan warga Palestina di kamp-kamp pengungsi di wilayah-wilayah pendudukan dan negara-negara tetangga.

Bulan lalu, AS menarik diri dari Dewan Hak Asasi Manusia PBB. (T/RS3/RI-1)

 

Baca Juga: Hamas Tegaskan Perlawanan Terhadap Penjajahan dan Perlindungan Al-Aqsa Terus Berlanjut

Mi’raj News Agency (MINA)

 

Baca Juga: [POPULER MINA] Israel Sembunyikan Bukti Kejahatan dan Gunakan Makanan Sebagai Senjata di Gaza

Rekomendasi untuk Anda