Pameran Budaya Maritim Indonesia Hadir di Eropa

Budaya Maritim Indonesia hadir di Museum La Boverie di Liege, Belgia, dalam Festival Seni Europalia. (Foto: dok.Kemendikbud)

Belgia, MINA – Indonesia bagian dari Guest Country (Negara Tamu) di Festival Seni Europalia, menggelar pameran Kingdoms of the Sea Archipel (Kerajaan-kerajaan di Kepulauan Archipel, salah satunya Indonesia) di Liege, Belgia, Eropa.

Menurut laman resmi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), pameran yang digelar Indonesia mengusung tema budaya maritim diselenggarakan di Museum La Boverie di Liege, Belgia, resmi dibuka pada 24 Oktober, rencananya acara akan berlangung sampai 21 Januari 2018.

Sebanyak 248 arkeologi dari koleksi Museum Nasional Indonesia dan beberapa museum provinsi, antara lain, Jawa Tengah, Sumatera Selatan, Jambi dan Bali ditampilkan pada pameran itu.

Pameran Kingdoms of the Sea Archipel menjadi kegiatan budaya yang penting dengan latar belakang, sejarah dan peradaban bangsa Indonesia selalu lekat dari budaya maritim, merupakan bagian dari identitas bangsa Indonesia.

Sebagai negara kepulauan dengan 17.000 pulau dan 81.000 km panjang garis pantai, pameran maritim menjadi sebuah kesempatan penting untuk menampilkan identitas bangsa Indonesia yang penting dan tidak terlupakan.

Dalam pameran menampilkan beberapa tahap sejarah maritim dari periode kuno (3000 SM hingga awal Masehi), periode pramodern (awal Masehi hingga abad ke-16), periode awal modern (abad 16-18 M) hingga periode modern (abad 18 hingga sekarang).

Pada tahap pertama dari pintu masuk pameran ditampilkan berbagai hasil pameran dari masa Austronesia yang menampilkan benda-benda seni dari batu  dan perunggu, hasil pertukaran diaspora dari Austronesia dan Melanesia. Banyak produk budaya yang ditampilkan, antara lain kapal, penggalan lukisan dari dinding gua, seni dari batu, nekara, dan moko.

Saat acara pembukaan dihadiri Walikota Liege, Willy Demeyer, para narasumber dari pihak Indonesia, yaitu mantan Direktur Museum Nasional Indonesia yang bertindak selaku kurator pameran, Intan Mardiana dan Singgih Tri Sulistiono, peneliti sejarah maritim Indonesia dari Universitas Diponegoro Semarang.

Sementara dari pihak Belgia hadir Koordinator Kurator Europalia International, Dirk Vermaelen, dan konsultan peneliti arkeologi  dari Ecole Francaise d’extreme Orient, Pierre Yves Manguin. (R/R10/RS3)

 

Mi’raj News Agency (MINA)