Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pangkoarmada Laksdya Denih Hendrata: Indonesia Komitmen Dukung Palestina

Ali Farkhan Tsani Editor : Widi Kusnadi - Ahad, 25 Agustus 2024 - 11:05 WIB

Ahad, 25 Agustus 2024 - 11:05 WIB

84 Views

Panglima Komando Armada RI (Pangkoarmada) Laksamana Madya (Laksdya) Dr. Denih Hendrata, S.E., M.M., CHRMP. (Foto: MINA/Abdul)

Bogor, MINA – Panglima Komando Armada RI (Pangkoarmada) Laksamana Madya (Laksdya) Dr. Denih Hendrata, S.E., M.M., CHRMP, menegaskan pemerintah Indonesia memiliki komitmen dalam mendukung dan membantu rakyat Palestina.

Laksdya Denih Hendrata mengatakan hal itu pada Taklim Gabungan Jama’ah Muslimin (Hizbullah) Wilayah Jabodetabekban-NTB dan Markas Cileungsi di Masjid At-Takwa Kompleks Pondok Pesantren Al-Fatah Pasirangin, Cileungsi, Kab. Bogor, Jawa Barat, Ahad (25/8).

Laksdya Denih Hendrata menyebutkan, upaya Indonesia di antaranya pada 18 Januari 2024 dengan melaksanakan peranannya dalam aksi cepat tanggap pengiriman bantuan kemanusiaan dari Indonesia ke Palestina.

Bantuan tersebut berasal dari seluruh komponen masyarakat dan organisasi di Indonesia, ujarnya, di hdapan ribuan jamaah dalam taklim bertema “Aktualisasi Nilai Hijrah dalam membangun Kesatuan Umat Menuju Pembebasan Masjid Al-Aqsa”.

Baca Juga: Kunjungi Rasil, Radio Nurul Iman Yaman Bahas Pengelolaan Radio

Saat itu, lanjutnya, Menteri Pertahanan Prabowo Subianto didampingi KSAL Laksamana TNI Muhammad Ali melepas keberangkatan kapal rumah sakit TNI KRI dr. Radjiman Wedyodiningrat-992 dalam rangka pengiriman bantuan kemanusiaan untuk Palestina.

Dia menambahkan, Menhan Prabowo Subianto, presiden terpilih, mengatakan dalam sesi Special Address pada Forum IISS di Singapura, 1 Juni 2024, mengatakan bahwa bagi Indonesia mengejar perdamaian, keamanan, stabilitas dan kesejahteraan adalah landasan utama dalam keterlibatan Indonesia di dunia internasional. Hanya melalui dialog dan kerjasama dapat mencapai tujuan.

Hal itu mengingatkan pada pernyataan presiden pertama RI, Soekarno tahun 1962, yang menegaskan,”Selama kemerdekaan bangsa Palestina belum diserahkan kepada orang-orang Palestina, maka selama itulah bangsa Indonesia berdiri menantang penjajahan Israel.”

Dia juga menyebutkan, telah berdiri Rumah Sakit Indonesia yang dibangun oleh ikhwan-ikhwan Pesantren Al-Fatah. Kemudian dihancurkan oleh pasukan Zionis Israel.

Baca Juga: Transaksi Judi Online di Indonesia Mencapai Rp900 Triliun! Pemerintah Siap Perangi dengan Semua Kekuatan

“Kita bangun kembali, untuk mengobati warga Palestina, dan melayani kesehatan yang layak untuk warga Palestina di negerinya sendiri,” lanjut Laksdya Denih Hendrata.

Hal-hal tersebut, lanjutnya, merupakan “rangkaian dari komitmen kita bangsa Indonesia dalam mendukung dan membantru saudara-saudara kita di Palestina, disesuaikan dengan kemampuan yang kita miliki. Berharap bisa melakukan lebih banyak lagi kegiatan positif dan manfaat.”

Pelajaran Hijrah Nabi

Mengambil pelajaran Hijrah Nabi yang menjadi tema taklim, Laksdya Denih Hendrata menekankan pentingnya menjaga keikhlasan bukan motif keduniaan, takhta, wanita atau politik dan lainnya

Baca Juga: Sertifikasi Halal untuk Lindungi UMK dari Persaingan dengan Produk Luar

“Mari terus kita jaga ukhuwah persaudaraan umat Islam atas dasar kasih sayang dan saling menasihati dalam kebenaran dan kesabaran. Sebagaimana Rasulullah dahulu mempersatukan musuh bebuyutan suku Aus dan Khajraj di Madinah,” ujarnya.

Peristiwa hijrah dari Makkah ke Madinah merupakan tonggak perjuangan dalam mengembangkan dakwah Islam ke seluruh penjuru dunia, lanjutnya.

Kebesaran Islam dan tersebarnya dakwah Islam ke seluruh dunia merupakan wujud kesabaran, ketabahan dan keteguhan iman, dalam mengahadapi berbagai hinaan, siksaan, tindakan tak terpuji dari kaum kafir Quraisy di Makkah. Kemudian, menjadi titik balik menentukan menuju jalan kemenangan dengan hijrah, lanjutnya.

Dia berharap, dari nilai-nilai hijrah itu, perjuangan terus berlanjut sampai Palestina merdeka dan berdaulat, serta Masjid Al-Aqsa, bumi Isra Mi’raj, kiblat pertama umat Islam, dapat digunakan kembali untuk ibadah umat Islam dengan damai.

Baca Juga: Menko Budi Gunawan: Pemain Judol di Indonesia 8,8 Juta Orang, Mayoritas Ekonomi Bawah

Hadir sebagai pembicara Taklim Gabungan Jama’ah Muslimin (Hizbullah) Wilayah Jabodetabekban-NTB dan Markas Cileungsi: Imaam Yakhsyallah Mansur, KH Abul Hidayat Saerodjie (Penasihat Pondok Pesantren Al-Fatah Bogor), Brigadir Jenderal TNI (Mar) Sandy Muchjidin Latief, S.I.P., Kepala Dinas Pembinaan Mental TNI Angkatan Laut (Kadisbintalal), Ir. Nur Ikhwan Abadi (Ketua Presidium Aqsa Working Group/AWG), dan Ust. Nuruddin, S.Pd.I. (Waliyul Imaam Jama’ah Muslimin (Hizbullah) Wilayah Jabodetabekban-NTB). []

Mi’raj News Agency (MINA)

Baca Juga: Hingga November 2024, Angka PHK di Jakarta Tembus 14.501 orang.

Rekomendasi untuk Anda

Kolom
Khadijah
Sosok
Khutbah Jumat