PANGLIMA TNI PANTAU PERSIAPAN AKHIR SATGASPAM VVIP KAA

(aacc2015)
(aacc2015)

Jakarta, 26 Jumadil Akhir 1436/16 April 2015 (MINA) – Panglima TNI Jenderal Moeldoko dan Wakapolri Komjen Badruddin Haiti memantau persiapan terakhir Satuan Tugas Pengamanan (Satgaspam) VVIP Peringatan 60 Tahun Konferensi Asia Afrika (KAA) dan 10 New Asian-African Startegic Partnership  yang akan dilaksanakan di Jakarta dan Bandung, di lapangan Silang Monas Jakarta Pusat, Rabu (15/4).

Panglima TNI menggaris bawahi pentingnya KAA, karena menyangkut kewibawaan bangsa Indonesia di mata  internasional sebagai pihak penyelenggara.

“Semuanya telah terorganisasi dengan baik, semua persiapan personel dengan baik dilatih sebelumnya ada kendaraan taktis dan tempur, semuanya itu untuk memberikan rasa nyaman dan aman,” kata Moeldoko memimpin Apel Gelar Pasukan yang tergabung dalam Satgaspam VVIP KAA, sebagaimana siara perss diterima Mi’raj Islamic News Agency (MINA).

Kekuatan personel pada pelaksanaan pengamanan VVIP KAA  ini dikerahkan  16.631 personel, terdiri  300 orang dari Komando Gabungan Pengamanan (Kogabpam), 500 orang dari Kosatgapam TNI, 4.256 orang dari Satgaspam VVIP,  3.550 orang dari Satgas Pamwil-1,  3.150 orang dari Satgas Pamwil-2,  5.416 orang dari Satgaspam VIP-1,  3.136 orang dari Satgaspam VIP-2, 750 orang dari Satgas Passus, 1.000 orang Satgas Laut, 600 orang dari Satgas Hanud, 1.300 orang dari Satgas Udara (Koopsau-I), 762 orang dari Satgas Intel, 150 orang Satgas Kodam II/Sriwijaya, 150 orang Satgas Kodam IV/Diponegoro, dan 750 orang dari Pasukan Standby Force.

Baca Juga:  Wapres Akan Buka Ijtima Ulama Komisi Fatwa se-Indonesia VIII

Tujuan Gelar Pasukan Pengamanan Wilayah ini adalah untuk mengecek secara fisik tentang kesiapan personel, materiil dan alutsista dari masing-masing satuan yang terlibat langsung dalam pengamanan  Peringatan KAA 2015.

Selain itu, untuk mengetahui secara langsung tentang keadaan dan hambatan setiap satuan yang mendapat tugas dan tanggungjawab pengamanan, dimulai dari kedatangan delegasi, kedatangan Kepala Negara/Pemerintahan, dan pada saat berlangsung KTT sampai kepulangannya.

“Dengan demikian dapat diperoleh kepastian bahwa  seluruh personel, materiil dan Alutsista yang akan digelar benar-benar telah siap baik dari segi kuantitas maupun kualitas serta dapat  dipertanggung jawabkan,” katanya.

Apel Gelar Kogabpam KAA ini diharapkan memberikan keyakinan kepada pemerintah bahwa setiap personel TNI-Polri di dalam satuan tugas dan komando gabungan telah bersinergi, sesuai tugas dan tanggung jawab masing-masing guna mendukung suksesnya penyelenggaraan KAA dengan tertib, aman, nyaman dan lancar.

Baca Juga:  Ketua MUI: Ijtima’ Ulama se-Indonesia Akan Bahas Isu Penting

“TNI dan Polri tidak akan membiarkan pihak manapun mengganggu pelaksanaan konferensi yang sejauh ini persiapannya sudah berjalan baik,” tegasnya.

Panglima TNI meminta seluruh unsur pimpinan dan segenap prajurit TNI-Polri, tidak ragu-ragu dalam mengatasi permasalahan dan perkembangan situasi di lapangan.

“Dalam melaksanakan tugas, setiap prajurit harus selalu memegang teguh prinsip netral, tegas dan profesional, artinya menggunakan prosedur tetap dan etika dalam melaksanakan tindakan pengamanan, dengan selalu mengendalikan diri, menjaga emosi dengan baik dan tidak mudah terprovokasi,” tegas Panglima.

Lebih lanjut, ia menyampaikan  khusus prajurit yang terlibat langsung sebagai Kogabpam KAA, untuk terus melakukan analisa terhadap setiap perkembangan situasi secara terkoordinasi dengan unsur-unsur intelijen BIN, Bais TNI dan unsur intelijen daerah, guna mendapatkan informasi yang benar dan akurat.

Baca Juga:  Ketua LPLH SDA MUI Sebut Peran Agama Strategis Tangani Perubahan Iklim

“Deteksi situasi dan kondisi di wilayah masing-masing serta melaporkan secara cepat apabila terjadi situasi negatif, guna tindakan lanjutan,” ujarnya.

Dia menambahkan,  KAA merupakan wujud aktualisasi semangat perjuangan Asia Afrika sejak tahun 1955 dalam menjawab setiap perkembangan dan tantangan yang dihadapi oleh masing-masing negara Asia Afrika melalui kemitraan dan kerja sama yang konkret untuk melaksanakan pembangunan yang berkelanjutan.

“Kegiatan tersebut harus sukses, karena menyangkut kewibawaan dan kehormatan bangsa Indonesia di mata Internasional,” ujar Moeldoko. (T/P007/R11)

 

Mi’raj Islamic News Agency (MINA)

Comments: 0