Para Dubes Desak Myanmar Hentikan Konflik di Rakhine

Rakhine, MINA – Duta Besar dari berbagai negara mendesak Pemerintah Myanmar untuk menghentikan konflik yang saat ini masih berlangsung di negara bagian Rakhine dan lebih fokus dalam melindungi masyarakat dari ancaman virus corona atau Covid-19.

“Kami sangat prihatin dengan tingginya tensi konflik, korban dan pengusiran warga sipil yang terjadi di negara bagian Rakhine dan Chin. Fokus semua negara di dunia sekarang harus pada melindungi masyarakat dari dampak Covid-19,” kata para Dubes dalam pernyataan bersamanya seperti dikutip dari laman resmi Kedutaan Besar Amerika Serikat, Jumat (3/4).

Para Dubes untuk Myanmar yang mendukung pernyataan itu diantaranya adalah Dubes Australia, Kanada, Republik Ceko, Denmark, Uni Eropa, Finlandia, Perancis, Jerman, Belanda, Selandia Baru, Norwegia, Polandia, Spanyol, Swedia, Swiss, Turki, Inggris, Amerika Serikat.

Pernyataan tersebut mereka sampaikan berdasarkan himbauan Sekretaris Jenderal PBB yang menyerukan agar semua kelompok bersenjata di seluruh dunia untuk melakukan gencatan senjata dengan lebih memprioritaskan penanganan dampak Covid-19 bagi masyarakat.

Para Dubes menyebut, saat ini di negara bagian Rakhine masih berlangsung konflik antara Militer Myanmar dengan kelompok bersenjata setempat. Mereka bersedia untuk membantu menyelesaikan perselisihan tersebut.

“Demi seluruh masyarakat Myanmar, kami mendukung semua seruan untuk penghentian perselisihan antara Militer Myanmar dan organisasi bersenjata, melalui dialog dan pencabutan pembatasan internet,” kata pernyataan itu.

Konflik telah menghambat masuknya bantuan kemanusiaan yang diperlukan oleh para wanita, anak-anak, disabilitas, orang pinggiran dan pengungsi. Akses kemanusiaan ke daerah konflik sangatlah penting.

“Covid-19 tidak membeda-bedakan etnis, kebangsaan, agama atau status sosial. Kami terus mendukung Myanmar dalam solidaritas penuh setelah melihat dampak virus ini di negara kami sendiri,” tambah pernyataan itu. (T/RE1/P1)

Mi’raj News Agency (MINA)