Para Menlu Arab Minta Dunia Boikot Israel

 

Beirut, MINA – Para menteri luar negeri negara-negara Arab dan menteri Dewan Ekonomi dan Sosial (ECOSOC) meminta negara-negara di seluruh dunia untuk memboikot pendudukan Israel.

“Boikot sistem pendudukan Israel adalah salah satu cara paling efektif dan sah untuk melawan dan mengakhiri pendudukan,” kata para menteri dalam pertemuan itu di Beirut, Lebanon, Sabtu (19/1).

Laporan Quds Press menyebutkan, mereka menyerukan kepada semua negara, lembaga, perusahaan dan individu untuk berkomitmen menghentikan semua bentuk yang berurusan dengan rezim kolonial Israel dan permukimannya yang melanggar hukum internasional.

“Kolonialisme dalam semua manifestasinya di seluruh tanah Palestina yang diduduki sejak 1967, termasuk Yerusalem Timur, bertujuan untuk merusak kedekatan geografisnya dan mencegahnya dari mengeksploitasi sumber daya alamnya, yang memperlambat pertumbuhan ekonomi dan memperburuk krisis ekonomi dan sosial,” pernyataan para menteri Arab.

Para Menteri menekankan perlunya semua negara dan organisasi Arab dan Islam, organisasi masyarakat sipil dan sektor swasta, menyediakan dana yang diperlukan untuk pelaksanaan proyek-proyek yang tercantum dalam Rencana Strategis untuk Pembangunan Sektoral di Yerusalem Timur berkoordinasi dengan Negara Palestina.

Para peserta juga meminta Republik Brasil untuk “tidak mengambil posisi yang merongrong status hukum kota Al-Quds untuk mempertahankan ikatan persahabatan dan hubungan dengan negara-negara Arab”.

Para Menteri menegaskan hak untuk kembali dan kompensasi bagi pengungsi Palestina sesuai dengan resolusi yang relevan dan mandat Badan Bantuan dan Pekerjaan PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA).

Mereka juga menyetujui inisiatif “integrasi pariwisata dan warisan budaya di antara negara-negara Arab.”

Para Menteri juga menyambut Lebanon sebagai tuan rumah Pesta Olahraga Arab ke-14 pada tahun 2021 dan meminta negara-negara Anggota untuk memberikan dukungan untuk menyelenggarakan sesi ini.

Para pejabat senior Arab berpartisipasi dalam KTT Pembangunan Ekonomi dan Sosial Arab mulai Sabtu hingga Ahad di Beirut, dengan partisipasi 850 jurnalis Lebanon, Arab dan asing. (T/RS2/P1)

Mi’raj News Agency (MINA)