Para Menteri Dalam Negeri Liga Arab Tingkatkan Kerjasama Hadapi Kejahatan Elektronik

Tunis, MINA – Para Menteri Dalam Negeri Liga Arab menyerukan peningkatan kerja sama dan koordinasi untuk menghadapi risiko “terorisme dan kejahatan elektronik”.

Pembicaraan berlangsung dalam sesi ke-37 Dewan Menteri Dalam Negeri Liga Arab, yang dimulai hari Ahad (1/3), di ibukota Tunisia. Quds Press melaporkan.

“Terorisme tetap menjadi elemen paling menonjol dalam tantangan kriminal yang dihadapi wilayah Arab dan dunia secara keseluruhan,” Mohamed bin Ali Koman, Sekretaris Jenderal Dewan Menteri Dalam Negeri Arab, mengatakan pada pembukaan sesi.

Dia menambahkan bahwa “Dewan Menteri Dalam Negeri Arab tahun ini mencapai langkah yang menonjol di bidang pemberantasan terorisme, dengan mengeluarkan daftar hitam para pelaku, dalang dan pemodal aksi teroris, setelah sejumlah entitas dimasukkan di dalamnya oleh komite hukum yang relevan.”

Dia mengindikasikan kepada dewan bahwa mereka akan mempertimbangkan “membentuk kelompok ahli Arab untuk memantau ancaman teroris dan segera menganalisis tindakan teroris.”

Dia menjelaskan bahwa para menteri dalam negeri Arab juga akan membahas peluncuran strategi Arab untuk menghadapi kejahatan teknologi informasi dan membuat unit untuk mengoordinasikan upaya negara-negara Arab di bidang ini.

Dia menekankan perlunya memperkuat kerja sama keamanan antara dunia Arab dan Eropa dalam memerangi terorisme dan menghadapi semua tantangan kriminal umum seperti imigrasi ilegal, perdagangan narkoba, kejahatan dunia maya dan jenis kejahatan terorganisir lainnya.

Pada sesi yang sama, Presiden Kehormatan Dewan Menteri Dalam Negeri Arab dan Menteri Dalam Negeri Arab Saudi Abdulaziz bin Nayef Al Saud mengatakan, “Melawan terorisme membutuhkan kesatukan upaya negara-negara Arab, memperkuat ikatan antara layanan keamanan, meningkatkan kerja keamanan bersama, dan bertukar informasi, pengalaman dan keahlian dalam hal ini.”

Dia menambahkan bahwa pertemuan Dewan Menteri Dalam Negeri Arab “mewakili peluang terbaik untuk meningkatkan kecepatan koordinasi keamanan dan kerja sama antara negara-negara Arab, yang akan mencapai tingkat stabilitas tertinggi bagi rakyat Arab.”

Sementara itu, tuan rumah Perdana Menteri Tunisia Elias El-Fakhfakh mengatakan bahwa sesi ke-37 Dewan Menteri Dalam Negeri Arab berlangsung dalam keadaan sulit yang ditandai dengan meningkatnya ancaman teroris dan berkembangnya tantangan keamanan seperti kejahatan terorganisir, kejahatan elektronik dan imigrasi ilegal.

Dia menekankan perlunya mengembangkan mekanisme dan sistem kerja di layanan keamanan Arab serta untuk mempromosikan pertukaran pengalaman dan informasi di antara mereka, yang memberikan efisiensi lebih besar untuk pekerjaannya dan intervensi dalam menghadapi tantangan keamanan. (T/RS2/P2)

Mi’raj News Agency (MINA)