PARIWISATA DI ISRAEL HADAPI PENURUNAN DRASTIS

Pariwisata Israel masih menurun akibat dampak dari serangan Israel terbaru di Jalur Gaza. (Foto: MEMO)
Pariwisata Israel masih menurun akibat dampak dari serangan Israel terbaru di Jalur Gaza. (Foto: MEMO)

Tel Aviv, 2 Dzulqa’dah 1436/17 Agustus 2015 (MINA) – Jumlah wisatawan yang memasuki Israel telah menghadapi penurunan sejumlah 13 persen dalam tujuh bulan pertama tahun ini, dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2014, sebuah laporan Badan Pusat Statistik mengungkapkan.

Middle East Monitor (MEMO) yang dikutip Mi’raj Islamic News Agency (MINA) melaporkan, Senin (17/8) sekitar 1,6 juta wisatawan mengunjungi wilayah jajahan itu hingga akhir Juli, dibandingkan dengan 1,84 juta wisatawan selama periode yang sama tahun lalu.

Jumlah terbesar wisatawan yang mengunjungi Israel datang dari Amerika Serikat (AS), diikuti oleh Rusia, kemudian Perancis.

Jumlah yang muncul itu untuk menunjukkan pariwisata di wilayah Palestina yang dijajah Israel masih dipengaruhi peristiwa politik yang dialami kawasan saat musim panas lalu ketika Israel melancarkan serangan mematikan di Jalur Gaza menewaskan 2.260 warga Palestina, terutama anak-anak.

Sebelumnya pada 2014 lalu, sektor pariwisata Israel mengalami kerugian hingga 1,25 juta Dollar AS atau sekitar 1,4 triliun rupiah akibat perang yang dilancarkan penjajah tersebut ke Jalur Gaza selama 15 hari ini.

Hotel dan resort di wilayah jajahan Israel mengalami kerugian akibat pembatalan dua pekan berturut-turut di tengah operasi militer Israel di Jalur Gaza.

Sektor pariwisata Israel juga mendapat kerugian besar akibat pengaruh serangan militer Israe di Jalur Gaza pada 2013.(T/R05/R02)

Mi’raj Islamic News Agency (MINA)

 

Comments: 0