ANGGOTA PARLEMEN BARU MESIR DILANTIK

Suasana saat prosesi pengambilan sumpah anggota parelemen baru Mesir (Foto: Daily News Egypt)
Suasana saat prosesi pengambilan sumpah anggota parlemen baru Mesir.(Foto: Daily News Egypt)

Kairo, 1 Rabi’ul Akhir 1437/11 Januari 2011 (MINA) – Parlemen baru Mesir menggelar pertemuan, Ahad (10/1) waktu setempat, menandai sesi pertama persidangan majelis dalam tiga tahun terakhir, setelah pemilihan legislatif tahun lalu didominasi oleh kandidat propemerintah tanpa munculnya pihak oposisi.

Pada sidang perdana ini, anggota parlemen baru dilantik dengan diambil sumpah satu per satu, beberapa dari mereka memegang bendera Mesir. Kemudian mereka memilih profesor bidang hukum Ali Abdel Aal sebagai ketua parlemen.

“Tugas yang paling penting adalah menyelesaikan lebih dari 300 (draft) undang-undang dan kita harus mengerjakan itu dalam 15 hari ke depan,” ujar anggota parlemen Saeed Hassaseinm,¬†YN¬†melaporkan yang dikutip Mi’raj Islamic News Agency (MINA).

“Kami telah sepakat di antara anggota untuk bekerja siang dan malam sampai kita meratifikasi undang-undang ini,” tambahnya.

Osama Heikal, anggota lainnya, juga mengatakan periode 15 hari ini akan dipakai untuk meninjau rancangan undang-undang dan meratifikasinya.

Tugas mendesak ini telah menunggu sejak parlemen terakhir yang didominasi kalangan Ikhwanul Muslimin (IM) dibubarkan oleh Mahkamah Konstitusi pada Juni 2012.

Anggota parlemen Mesir dipilih di bawah sistem yang kompleks, dari calon independen dan usungan partai. Semua calon dari partai otomatis mejadi bagian koalisi For Love of Egypt, yakni sebuah aliansi beberapa partai dan kelompok yang mendukung Al-Sisi.

Di samping itu, majelis baru ini juga termasuk 28 anggota yang ditunjuk langsung oleh Al-Sisi, bekas pemimpin angkatan bersenjata Mesir yang terpilih menjadi presiden pada 2014 setelah sebelumnya menggulingkan mantan Presiden Muhammad Mursi.

Para analis mengatakan parlemen baru beranggotakan 596 orang tersebut diharapkan dapat memperkuat posisi Presiden Al-Sisi dan menyolidkan setiap keputusan pemerintah.

Komposisi parlemen ini dipilih tahun lalu dalam dua tahap dengan jumlah tingkat pemilih yang rendah, yaitu hanya 28,3. Pemilihan diadakan setelah pemerintah melancarkan aksi keras yang mematikan terhadap gerakan IM, kalangan penyokong Mursi.

Ratusan pendukung kelompok IM telah dibunuh dan ribuan lainnya dipenjara oleh rezim Presiden Al-Sisi, sementara ratusan lainnya telah dijatuhi hukuman mati.

Kelompok yang telah dilarang eksistensinya ini mendominasi pemilihan umum parlemen sebelumnya, yang diselenggarakan antara akhir 2011 dan awal 2012.(T/P022/R05)

 

Mi’raj Islamic News Agency (MINA)