Parlemen Eropa: Pembongkaran Khan Al-Ahmar Merupakan Kejahatan Perang

Al-Quds, MINA – Anggota Delegasi Parlemen Eropa (EP) untuk hubungan dengan Palestina mengunjungi desa Khan Al-Ahmar pada Rabu (19/9). Mereka memperingatkan, pembongkaran desa tersebut dianggap sebagai kejahatan perang.

Enam Delegasi EP yang dipimpin oleh Neoklis Sylikiotis, bertemu dengan penduduk desa dan aktivis yang telah berjaga di desa untuk menangkis pembongkaran dari Israel, yang bisa terjadi kapan saja setelah Pengadilan Tinggi Israel pada 9 september lalu memberikan lampu hijau kepada tentara Israel untuk menghancurkan desa dan menghapus penduduk secara paksa.

Israel, selain berencana untuk menghancurkan desa Khan Al-Ahmar, juga akan memindahkan lebih dari 30 keluarga yang tinggal di desa itu untuk membangun permukiman Yahudi di lokasi tersebut, demikian Wafa memberitakan.

Uni Eropa (UE) dan masyarakat internasional lainnya menyatakan menentang keras pembongkaran dan pembangunan permukiman di daerah itu, karena akan membelah Tepi Barat menjadi separuh dan mengakhiri setiap kesempatan bagi warga Palestina untuk memiliki negara di Tepi Barat dan Jalur Gaza dengan Al-Quds (Yerusalem Timur) sebagai ibu kotanya.

Sylikiotis mengatakan, EP akan terus menentang pembongkaran Khan Al-Ahmar dan komunitas Badui lainnya di daerah itu, semuanya menentang penggusuran dan pengungsiran dari tanah mereka.

“Delegasi mendukung perjuangan Palestina untuk kebebasan dan keadilan untuk penentuan nasib sendiri dan menentang pada saat yang sama pendudukan Israel dan apartheid,” jelasnya.

“EP akan secara aktif bekerja untuk membela Khan Al-Ahmar, menekankan bahwa pemindahan paksa orang-orang di bawah pendudukan adalah pelanggaran serius terhadap Konvensi Jenewa Keempat dan dianggap sebagai kejahatan perang,” tambahnya.

Walid Assaf, Ketua Komisi Perlawanan dan Permukiman juga mengatakan, Israel melakukan kejahatan perang terhadap orang-orang Palestina di Khan Al-Ahmar dengan menggusur mereka dalam rangka membangun permukiman di tanah mereka, yang akan mengakhiri kemungkinan warga Palestina memiliki negara.

Dia mendesak orang Eropa untuk memainkan peran yang lebih besar dalam membela hak-hak Palestina di masa-masa sulit ini. (T/Sj/RI-1)

Mi’raj News Agency (MINA)