Parlemen OKI Akui Tragedi Khozaly Adalah Sebuah Genosida

konferensi Islam Forum pemuda dan PUIC di ibu kota Irak, Baghdad. (Foto: International Islamic News Agency (IINA))
konferensi Islam Forum pemuda dan PUIC di ibu kota Irak, Baghdad.
(Foto: International Islamic News Agency/IINA)

Baghdad, 17 Rabi’ul Akhir 1437/27 Januari 2016 (MINA) – Sejumlah 11 negara anggota Parlemen Persatuan OKI (PUIC) mengesahkan sebuah resolusi tentang “Kerjasama antara Forum Pemuda Konferensi Islam dengan PUIC” di ibu kota Irak, Baghdad, Senin (25/1).

Kerjasama tersebut bertujuan untuk memastikan pengakuan genosida Khojaly saat bagian  relevan menyuarakan resolusi mendukung kampanye internasional “Keadilan untuk Khojaly”, yang diprakarsai oleh Koordinator Umum Forum Pemuda OKI untuk Dialog Internasional Leyla Aliyeva, demikian International Islamic News Agency (IINA) dikutip oleh Mi’raj Islamic News Agency (MINA).

Pembantaian Khojaly adalah pembantaian jumlah besar etnis Azerbaijan di Kota Khojaly pada 25 Februari 1992 selama Perang Nagorno-Karabakh.

Menurut Azerbaijan, Human Rights Watch dan pengamat internasional lainnya, pembantaian dilakukan oleh angkatan bersenjata Armenia dengan bantuan Regimen Rusia ke-366.

Jumlah kematian akibat pembantaian ini adalah 613 penduduk, dengan 106 wanita dan 83 anak-anak.

Resolusi itu juga menyerukan kepada negara-negara anggota OKI untuk mengambil tindakan yang diperlukan untuk membawa para pelaku genosida Khojaly ke pengadilan.

Kampanye kesadaran internasional “Keadilan untuk Khojaly” diluncurkan pada tahun 2009 lalu. Kampanye bertujuan untuk meningkatkan kesadaran sipil internasional melalui penampilan berbagai foto dan gambar warga yang menderita dalam konflik Karabakh dan khususnya pembantaian Khojaly.(T/anj/R05)

Mi’raj Islamic News Agency (MINA)