Parmusi Sampaikan Sikap Atas Tragedi Umat Islam di India

Jakarta, MINA – Persaudaraan Muslim Indonesia (Parmusi) menyampaikan sikap atas tragedi kemanusiaan yang dialami umat Islam di India, di mana puluhan umat Islam terbunuh dan bangunan-bangunan termasuk masjid dirusak hingga hancur.

“Situasi ini telah menyesakan hati masyarakat dunia tidak hanya umat Islam saja. Karena bagaimanapun tidak dibenarkan dalam ajaran agama lainnya hal ini dapat merusak tatanan hidup dan mencederai watak asli manusia yang beradab.” Demikian keterangan tertulis diterima MINA, Senin (2/3).

Berdasarkan hal itu Pengurus Pusat Parmusi menyampaikan sikap sebagai berikut,

Pertama, mengutuk keras tragedi kemanusiaan yang menyebabkan hilangnya nyawa puluhan korban jiwa dan merusak nilai-nilai kemanusiaan yang dialami umat Islam di India.

Kedua, mendesak Pemerintah India untuk melindungi umat Islam dengan segera menghentikan segala bentuk kekerasan serta bersikap tegas dengan mengusut dan menghukum para pelaku dan aktor intelektual di belakang aksi keji tersebut.

Ketiga, mendesak Pemerintah dan Parlemen India untuk memberikan hak yang sama kepada seluruh warga India dengan membatalkan Undang-Undang yang diskriminatif terhadap umat Islam di India.

Keempat, mendesak Organisasi Kerja sama Islam (OKI) dan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) bersungguh-sungguh menyelamatkan umat Islam di India dari peristiwa tersebut serta bertindak cepat dan kongkrit untuk menyelesaikan konflik yang terjadi.

Kelima, mendesak Pemerintah Republik Indonesia untuk segera memberi respons atas kekejaman yang menimpa umat Islam di India, sebagai langkah nyata menjalankan amanat Konstitusi yaitu turut menjaga perdamaian dunia dengan semangat keadilan sosial yang adil dan beradab;

Keenam, mengimbau umat Islam dan umat Hindu di Indonesia untuk tidak terpancing dengan peristiwa di India, dan sebaliknya dapat menahan diri dengan mengedepankan toleransi demi persatuan dan kesatuan bangsa;

Ketujuh, mengimbau umat Islam untuk tetap mengedepankan ajaran Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam, yakni berakhlakul karimah serta menebar damai dengan cinta dan kasih-sayang. (L/R4/P1)

Mi’raj News Agency (MINA)