Partai Islam Pakistan Serukan Doa Khusus Bagi Rakyat Palestina dan Masjid Al-Aqsa di Akhir Ramadhan

Lahore, MINA – Partai Islam Pakistan Jamaat-e-Islami (JI) menyerukan kepada rakyat Pakistan untuk mendukung rakyat Palestina dan perjuangan mereka melawan pendudukan Israel dan mengenang mereka dalam doa-doa khusus di bulan suci Ramadhan.

Dalam sebuah pernyataan, Amir JI Sirajul Haq mendesak para ulama Pakistan menyampaikan dalam khutbah Jumat mereka untuk meningkatkan kesadaran tentang tujuan nasional rakyat Palestina dan mendukung perjuangan mereka.

Sirajul Haq juga menyerukan untuk menyoroti dalam khutbah Jumat yang akan datang pentingnya Masjid Al-Aqsa dan status historis dan religiusnya, serta berbicara tentang berbagai pelanggaran Israel yang sedang berlangsung di Yerusalem yang diduduki.

“Dua Jumat terakhir Ramadhan harus secara eksklusif didedikasikan untuk perjuangan heroik rakyat Palestina dan perjuangan mereka untuk mencapai kemerdekaannya,” kata ketua JI itu, PIC melaporkannya, Sabtu (1/5).

Dia menggambarkan warga Muslimin penduduk Yerusalem sebagai “garis pertahanan pertama untuk Masjid Al-Aqsa,” dan menyerukan untuk mendukung mereka.

Dia mengungkapkan keprihatinan yang mendalam bahwa salah satu gerbang utama Masjid Aqsa, Bab Al-Amud, sebelum ini telah dibarikade oleh pasukan pendudukan Israel, oleh karena itu membatasi akses warga Palestina menuju kiblat pertama dalam Islam itu.

Pemimpin Islam itu juga menunjuk pada bentrokan baru-baru ini yang meletus antara pemuda Palestina dan pasukan Israel dan upaya pemukim Yahudi untuk mengadakan pertemuan provokatif di daerah Bab al-Amud selama bulan suci Ramadhan.

“Pasukan pendudukan Israel selalu waspada untuk menutup Masjid Al-Aqsa dari keempat sisi untuk membatasi akses warga Palestina menuju situs tersebut. Mereka bertujuan menghapus jejak sejarah budaya Islam dari Yerusalem dan melakukan yahudiasai di Kota Tua itu secara paksa,” katanya.

Dia juga mengecam komunitas internasional karena “hanya jadi penonton diam-diam atas pelanggaran hak asasi manusia [Israel] yang terang-terangan ini.”(T/R1/P1)

Mi’raj News Agency (MINA)