Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

PARTAI NASIONALIS HINDU INCAR KEKUASAAN DI KASHMIR

Rudi Hendrik - Selasa, 25 November 2014 - 23:40 WIB

Selasa, 25 November 2014 - 23:40 WIB

620 Views

Warga Muslim Kashmir berbaris untuk ikut memilih dalam pemilu (Foto: File Al Jazeera)

KASHMIR-300x198.jpg" alt="Warga Muslim Kashmir berbaris untuk ikut memilih dalam pemilu (Foto: File Al Jazeera)" width="300" height="198" /> Warga Muslim Kashmir berbaris untuk ikut memilih dalam pemilu (Foto: File Al Jazeera)

Kashmir, 2 Safar 1436/25 November 2014 (MINA) – Lebih satu juta warga Kashmir India berpartisipasi dalam pemungutan suara di bawah pengamanan ketat.

Dalam pemilu Senin (24/11) itu, partai nasionalis Hindu asal Perdana Menteri Narendra Modi, mengincar kekuasaan untuk pertama kalinya di wilayah mayoritas Muslim tersebut, Al Jazeera yang dikutip Mi’raj Islamic News Agency (MINA).

Wilayah di Himalaya itu hingga kini diklaim oleh India dan Pakistan yang kerap memicu perang antara keduanya.

Pemungutan dimulai pada 08:00 waktu setempat di 15 daerah pemilihan di dekat perbatasan de facto, yang membagi Kashmir dengan wilayah Ladakh yang terpencil, tempat tinggal bagi sebagian besar umat Budha, di mana suhu telah turun ke bawah titik beku.

Baca Juga: Myanmar Identifikasi 180.000 Warga Rohingya di Bangladesh Layak Dipulangkan

Partai Bharatiya Janata (BJP), partainya Perdana Menteri Modi, melakukan terobosan berani dengan menargetkan 87 anggota majelis, sebuah langkah yang tidak terpikirkan di Lembah Kashmir, di mana kebencian warga terhadap kekuasaan India berjalan tinggi.

Sejauh ini, belasan kelompok bersenjata oposisi telah berjuang melawan pasukan India sejak tahun 1989 untuk kemerdekaan Kashmir atau bergabung dengan Pakistan.

Puluhan ribu orang, kebanyakan warga sipil, tewas dalam konflik. (T/P001/R03)

Mi’raj Islamic News Agency (MINA)

Baca Juga: Pengadilan Korea Selatan Kuatkan Pemakzulan Presiden, Yoon Suk Yeol Minta Maaf

 

Rekomendasi untuk Anda

Dunia Islam
Dunia Islam
Indonesia
Indonesia
Dunia Islam