Jakarta, MINA – Sejumlah ruas jalan di sekitar kompleks parlemen Senayan, Jakarta, ditutup dan dialihkan menyusul aksi demonstrasi menolak kebijakan DPR RI yang berlangsung pada Kamis (28/8) dan berujung ricuh. Hingga malam, polisi masih berupaya membubarkan massa yang bertahan di beberapa titik.
Informasi dari akun resmi X (Twitter) @TMCPoldaMetro menyebutkan, Jalan Gatot Subroto arah DPR/MPR RI dari Semanggi atas dialihkan ke Jalan Jenderal Sudirman menuju Bundaran HI. Akses Jalan Jenderal Sudirman dari Bundaran Senayan ke arah DPR juga ditutup dan dialihkan lurus ke arah Bendungan Hilir.
Penutupan juga berlaku di Jalan Palmerah Timur menuju Stasiun Palmerah, Jalan Gerbang Pemuda, Jalan Asia Afrika, dan Jalan Pejompongan. Konsentrasi massa di lokasi-lokasi tersebut menyebabkan arus lalu lintas tersendat. Sementara itu, ruas Tol Dalam Kota yang sempat ditutup kini sudah kembali dibuka untuk arah Slipi maupun Semanggi.
Situasi di sekitar Gedung DPR sempat memanas. Massa yang dipukul mundur dari Jalan Gatot Subroto ke arah Jalan Gerbang Pemuda melakukan perlawanan dengan melempar batu dan bambu ke arah polisi. Aparat merespons dengan menembakkan gas air mata dan water cannon.
Baca Juga: AS Keluarkan Peringatan Keamanan bagi Warganya di Indonesia
Bentrok juga terjadi di kawasan Pejompongan. Sejumlah massa melempari petugas dengan batu, bahkan melemparkan bom molotov. Polisi membalas dengan tembakan gas air mata untuk mengurai massa. Hingga berita ini diturunkan, ratusan demonstran masih bertahan di sekitar Jalan Gerbang Pemuda dan Pejompongan.
Sebagai latar belakang, aksi ini merupakan bagian dari gelombang protes menolak tunjangan fantastis anggota DPR RI yang dinilai tidak berpihak pada rakyat. Demonstrasi serupa juga berlangsung di beberapa daerah, termasuk Solo dan Surabaya, dan memicu bentrokan dengan aparat.
Kericuhan di Jakarta menyebabkan jatuhnya korban jiwa dan puluhan orang luka-luka. []
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Sabtu Pagi, Akses Tol Dalam Kota Jakarta Masih Ditutup Usai Aksi Demonstrasi