Pasca Kebakaran Ponpes Al-Fatah Lampung Mulai Diperbaiki

Proses perbaikan Pondok Pesantren Al-Fatah Muhajirun Negarartu Natar Lampung Seatan pasca kebakaran. (Foto: Hadis/MINA)

 

Lampung Selatan, MINA – Pasca kebakaran, Pondok Pesantren Al-Fatah Lampung,  perbaikan ruang kelas mulai dilakukan, demikian dikatakan Mudir Shuffah (pimpinan) Ponpes itu,  Mastur, M.HI. saat ditemui MINA, Senin (26/2).

Menurutnya, perbaikan ini ditargetkan selesai dalam waktu satu bulan, mengingat keperluan untuk penggunaan ruang kelas Sekolah Tinggi SQABM dan ruang Lab Komputer, juga beberapa ruang lain yang mendesak diperlukan.

“Paling tidak satu bulan selesai,” ujar Mastur.

Ia mengatakan, dana yang dibutuhkan untuk merenovasi empat lokal bangunan yang terbakar sekitar Rp. 230.000.000.Namun sementara ini, dana yang tersedia baru sekitar Rp. 80.000.000.

Lebih lanjut ia menjelaskan, dana tersebut diperoleh dari para alumni Al-Fatah yang diorganisir oleh Ikatan Alumni Al-Fatah (IKA) dan dari para ikhwan Jamaah Muslimin (Hizbullah).

Ia berharap, semakin banyak para alumni yang berkontribusi menberikan infaq agar pembangunan dapat segera terselesaikan.

Sementara, insinyur pembangunan kembali ruang kelas ponpes Al-Fatah pasca kebakaran, Ir. Heri Budianto kepada mirajnews.com mengatakan perbaikan bersifat sementara.

“Hasil lab, kekuatan bangunan ini pasca kebakaran tidak memungkinkan dibangun kembali menggunakan struktur atap kayu dan genting,” katanya.

Karenanya, katanya lebih lanjut, kita bangun dulu untuk sementara menggunakan struktur atap baja ringan.

“Paling tidak nanti bisa digunakan untuk KBM, tapi memang karena kekuatannya pasca kebakaran berkurang, kita hanya bisa pakai baja ringan, kalau kayu nggak kuat,” ujarnya.

Kebakaran di Kompleks Pondok Pesantren Al-Fatah Muhajirun, Negararatu, Natar, Lampung Selatan terjadi pada Senin sore (5/2).

Dalam peristiwa tersebut sebanyak dua ruang kuliah Shuffah Al-Quran Abdullah bin Masud (SQABM), satu lab komputer, ruang Majelis Permusyawaratan Santri (MPS), sebagian kantor Madrasah Aliyah dan sebagian kelas Lembaga Bahasa Al-Fatah (LBA) hangus terbakar.

Menurut saksi mata, Mujahid Al-Haq, diduga kebakaran itu disebabkan oleh korsleting listrik di gudang tepat di belakang ruang kuliah SQABM. (L/ayu/ich/B01/P1)

Mi’raj News Agency (MINA)