Pasokan Listrik Mengalir di Gaza Hanya Empat Jam Setiap Hari

Gaza, MINA – Direktur hubungan masyarakat dan media di Perusahaan Distribusi Listrik Gaza, Muhammad Thabet, mengatakan, jadwal yang saat ini berlaku di Jalur Gaza tidak berubah, dan perusahaan beroperasi sesuai dengan pasokan listrik mengalir selama 4 jam diikuti oleh Pemadaman selama 16 jam.

Thabet menegaskan, dalam sebuah wawancara dengan PIC, Sabtu (29/8), perusahaan listrik tersebut berupaya untuk menyediakan fasilitas yang paling penting dan paling membutuhkan listrik. Fasilitas tersebut antara lain rumah sakit, sumur air, dan pompa air limbah.

“Perusahaan melanjutkan koordinasi penuhnya di tingkat tertinggi dengan otoritas di Jalur Gaza, menunjukkan bahwa Jalur Gaza menderita krisis parah karena kelangkaan pasokan listrik,” ujarnya.

Dia menggarisbawahi bahwa pembangkit listrik Gaza masih ditutup, dan belum ada perubahan hingga saat ini. “Situasi di Jalur Gaza sangat sulit, dan tim kami berada di bawah tekanan besar untuk menyediakan listrik yang tersedia dalam jumlah terbatas kepada masyarakat,” tambah Thabet.

Sebelumnya, Persatuan Kota di Jalur Gaza memperingatkan “konsekuensi bencana yang diakibatkan dari penghentian operasi satu-satunya pembangkit listrik di Jalur tersebut.”

Pembangkit listrik itu berhenti beroperasi sepuluh hari yang lalu karena larangan Israel untuk memasukkan bahan bakar yang diperlukan untuk mengoperasikannya sebagai bagian dari keputusan baru-baru ini untuk memperketat blokade di Jalur Gaza. (T/R1/RS2)

 

Mi’raj News Agency (MINA)