Pastikan Kesedian Pangan, Plt Sekda Aceh Sidak ke Sejumlah Pasar

Banda Aceh, MINA – Pelaksana tugas (Plt) Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh Helvizar Ibrahim pada Senin (12/4) melakukan inpeksi mendadak (sidak) ke sejumlah pasar induk di kota Banda Aceh dan Aceh Besar, di antaranya pasar Induk Lambaro, Peunayong, Ulee Kareng, Pasar Aceh, Gudang Bulog, dan Toko Istana Telor.

Sidak dilakukan untuk memastikan ketersediaan stok dan kestabilan harga bahan pangan pokok selama bulan suci Ramadhan, hingga Idul Fitri 1440 H.

Helvizar mengatakan, pihaknya membagi dua tim untuk meninjau lokasi pasar Induk tersebut, tim pertama memantau stok bahan pangan pokok dan kestabilan harga ke Pasar Induk Lambaro, Pasar Ulee Kareng, dan Gudang Bulog di Desa Siron, Aceh Besar. Sedangkan Helvizar sendiri memimpin tim blusukan ke Pasar Aceh, Pasar Peunayong, dan Toko Istana Telor di Penayong, Kota Banda Aceh.

Menurutnya, kebutuhan pokok masyarakat itu termasuk penyumbang inflasi utama di Aceh, terutama pada momen-momen istimewa masyarakat Aceh, seperti bulan Ramadhan, Idul Fitri, Idul Adha, dan sepanjang bulan perayaan Maulid Nabi Besar Muhammad Saw.

“Sehingga harus dipantau terus untuk menyeimbangi, jika ada masalah terhadap ketersediaan, pemerintah cepat mengambil langkah,” kata Helvizar.

Ada banyak faktor yang dapat memicu lajunya inflasi, seperti cuaca buruk yang menghambat distribusi pasokan barang kebutuhan pokok atau makanan, curah hujan tinggi  yang berdampak pada komoditi pertanian.

“Pada Januari 2019, inflasi Aceh tercatat 2,37%, memang masih lebih rendah daripada inflasi nasional, yang berkisar 2,82%, namun harus terus dikawal,” terang Helvizar.

Pengawalan tersebut dilakukan pemerintah Aceh melalui koordinasi yang baik dengan berbagai pihak, baik Pemda, Pemerintah Pusat, BI, Bulog, Pertamina, Kepolisian dan pihak terkait lainnya. Karena itu inspeksi pasar kali ini melibatkan perwakilan multisektor lembaga Pemerintah, penegak hukum, dan Perbankan, termasuk PT Pertamina, Bank Indonesia dan Bulog Aceh.

Inspeksi ke pasar rakyat di Kota Banda Aceh dan Aceh Besar kali ini, selain untuk memastikan ketersedian stok bahan pokok, juga sebagai upaya pengendalian harga bahan pokok selama bulan puasa hingga Idul Fitri nanti.

Apabila diperkirakan persedian barang kebutuhan pokok minim dan berpotensi memicu kenaikan harga, Pemerintah Aceh dan istansi terkait bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dapat mengantisipasinya, seperti menggelar operasi pasar (OP) gabungan. (L/AP/B05)

Mi’raj News Agency (MINA)