Pasukan Israel Culik Enam Warga Palestina dari Tepi Barat

Bethlehem, MINA – Pasukan pendudukan menangkap enam warga Palestina di Tepi Barat, setelah operasi penggerebekan dan pencarian pada Senin (14/12). Tidak ada keterangan dari tentara Israel soal alasan menangkap enam pemuda Palestina ini.

Sumber lokal yang dikutip Ma’an News melaporkan, pasukan pendudukan menangkap Firas Zakaria Al-Qiq (24), Fouad Amjad Hadoush, dan Amjad Al-Titi, keduanya berusia 17 tahun, setelah mereka menggerebek rumah keluarga mereka di kamp Al-Arroub di utara Tepi Barat.

Dari kota Hebron, pasukan pendudukan menangkap Luay Ghaith, ayah dari anak syuhada Abdullah, yang syahid tahun lalu, saat akan melaksanakan sholat Jumat di Masjid Al-Aqsa.

Di sisi lain, pasukan pendudukan Israel mendirikan pos pemeriksaan militer di pintu masuk utara menuju Hebron dan pintu masuk menuju kota Beit Awa, Sa’ir dan Halhul.

Pasukan menghentikan kendaraan warga dan menggeledahnya, memeriksa kartu penumpang mereka, yang menghalangi perjalanan mereka.

Pasukan pendudukan menangkap Alaa Hamidan dari lingkungan Al-Maajin, setelah mereka menggerebek rumahnya di Nablus, dan menggeledah sejumlah rumah.

Pasukan pendudukan melancarkan kampanye penggerebekan dan penggeledahan sejumlah rumah, diselingi dengan bentrokan, tanpa ada penangkapan yang dilaporkan.

Selain itu, saksi mata melaporkan bahwa pasukan pendudukan menggerebek rumah mantan anggota parlemen Yasser Mansour di kota Nablus, merusak pintu masuknya, sementara mereka menggerebek beberapa rumah di kota Jamain di selatan.

Pasukan pendudukan menyerbu kota Yerikho dan menggerebek rumah Shaker Issa Musa Jalaita, menggeledah rumah tersebut, dan memukuli putranya Moayad, dan putranya Raed Shaker Galaita ditangkap. (T/B04/R1)

 

Mi’raj News Agency (MINA)