Pasukan Israel Perpanjang Penutupan Masjid Ibrahimi Hebron Sepekan ke Depan

Hebron, MINA – Pasukan Israel pada Rabu (20/1) memperpanjang penutupan Masjid Ibrahimi di kota Hebron, Tepi Barat bagian Selatan selama sepekan  lagi.

Direktur Masjid, Hefzi Abu Sneineh mengatakan, otoritas Israel memperpanjang penutupan masjid selama sepekan lagi, melarang masuknya jamaah Palestina dan pengunjung ke situs suci yang konon sebagai tindakan pencegahan untuk mengekang pandemi virus korona baru, demikian WAFA melaporkan yang dikutip MINA.

Awal bulan ini, situs suci itu ditutup selama 13 hari dengan dalih yang sama. Abu Sneineh mencatat bahwa otoritas Israel menggunakan alasan yang lemah untuk menutup masjid kapan pun mereka mau, dan sesuai dengan kepentingan mereka.

Dua puluh dua tahun lalu, pemukim Israel Baruch Goldstein masuk ke Masjid Ibrahimi dan menembaki jamaah Muslim Palestina, menewaskan 29 orang. Empat warga Palestina tewas pada hari yang sama dalam bentrokan yang terjadi di sekitar Masjid sebagai tanggapan atas pembantaian itu.

Setelah itu, masjid, yang dikenal oleh orang Yahudi sebagai Makam Para Leluhur, dibagi menjadi dua, dengan sebagian besar diubah menjadi sinagoga sementara pengawasan ketat diberlakukan pada orang-orang Palestina dan daerah-daerah yang tertutup sepenuhnya untuk mereka, termasuk pasar penting dan jalan utama, jalan Shuhada.

Kota Hebron, yang menampung Masjid Ibrahimi, adalah rumah bagi sekitar 160.000 Muslim Palestina dan sekitar 800 pemukim Israel yang terkenal agresif yang tinggal di kompleks yang dijaga ketat oleh pasukan Israel.

Israel telah mengusir satu-satunya pemantau internasional yang melindungi warga Hebron Palestina dari 800 pemukim yang dijaga ketat, salah satunya melakukan pembantaian tahun 1994 yang memicu pengerahan mereka.

Tindakan Israel semacam itu, yang diambil dengan kedok keamanan, dimaksudkan untuk mempertahankan pendudukan militer Israel yang berusia 53 tahun di Tepi Barat dan proyek kolonial pemukimnya yang diberlakukan dengan kekerasan rutin dan seringkali mematikan terhadap warga Palestina. (T/R8/P2)

Mi’raj News Agency (MINA)