Pasukan Israel Serang Demostran Damai di Sheikh Jarrah

Yerusalem, MINA – Pasukan pendudukan Israel pada Sabtu malam (1/5) menyerang dan membubarkan puluhan pengunjuk rasa damai Palestina, yang mengadakan aksi duduk di lingkungan Sheikh Jarrah, di Yerusalem Timur yang diduduki.

Pengunjuk rasa melawan ancaman penggusuran terhadap rumah mereka oleh otoritas pendudukan untuk kemudian dijadikan pemukiman Yahudi.

Petugas polisi dilaporkan menyerang para pengunjuk rasa dan memukuli beberapa dari mereka. Polisi juga meminta mereka yang melakukan protes di dalam rumahnya untuk dievakuasi meninggalkan rumahnya, Wafa melaporkan.

Saat ini, setidaknya enam dari 28 keluarga Palestina di Sheikh Jarrah berada di bawah ancaman penggusuran rumah mereka. Penggusuran itu untuk memberi jalan bagi pemukiman Yahudi Israel yang dikenal sebagai Shimon HaTsadiq. Sebuah rencana untuk permukiman, yang terdiri dari 200 unit rumah di tanah seluas 18 dunum, telah diserahkan ke pemerintah kota Israel di Yerusalem Timur.

Pengadilan Distrik Yerusalem telah memutuskan, setidaknya enam keluarga harus mengosongkan rumah mereka di Sheikh Jarrah pada Ahad (2/5), meskipun mereka telah tinggal di sana selama beberapa generasi.

Pengadilan yang sama memutuskan tujuh keluarga lain harus meninggalkan rumahnya sebelum 1 Agustus. Secara total, 58 orang, termasuk 17 anak, akan dipindahkan secara paksa untuk memberi jalan bagi pemukim ilegal Israel.

Putusan pengadilan itu adalah puncak dari perjuangan selama puluhan tahun bagi orang-orang Palestina ini untuk tetap tinggal di rumah mereka. Pada tahun 1972, beberapa organisasi pemukim Yahudi mengajukan gugatan terhadap keluarga Palestina yang tinggal di Sheikh Jarrah, dengan tuduhan bahwa tanah tersebut awalnya milik orang Yahudi.

Kelompok-kelompok ini, yang sebagian besar didanai oleh donor dari Amerika Serikat, telah melakukan perseteruan tanpa henti yang mengakibatkan 43 warga Palestina terlantar pada tahun 2002, serta keluarga Hanoun dan Ghawi pada 2008, serta keluarga Shamasneh pada tahun 2017. (T/RI-1/P1)

 

Mi’raj News Agency (MINA)