ADEN-YAMAN-300x183.jpg" alt="Milisi loyalis Presiden Yaman di kota Aden, Komite Perlawanan Rakyat, berjaga di sekitar bandara. (Foto: Dok. Nahar Net)" width="300" height="183" /> Milisi loyalis Presiden Yaman di kota Aden, Komite Perlawanan Rakyat, berjaga di sekitar bandara. (Foto: Dok. Nahar Net)
Aden, 28 Jumadil Awwal 1436/18 Maret 2015 (MINA) – Pasukan khusus Yaman yang menentang Presiden Abd-Rabbo Mansour Hadi berperang melawan milisi loyalis pemerintah di kota Aden, Kamis (19/3).
Pertempuran sekitar bandara di kota basis kekuatan Hadi di selatan itu, menewaskan lima orang dan memaksa bandara internasional tersebut tutup, Nahar Net yang dikutip Mi’raj Islamic News Agency (MINA), melaporkan.
Sumber-sumber keamanan mengatakan, pasukan bersenjata sekutu milisi Syiah Houthi yang mengendalikan ibukota Sanaa, bergerak maju ke sekitar bandara di Aden, tetapi loyalis Hadi berhasil mengamankan landasan pacu.
Pertempuran juga meletus di bagian lain kota pelabuhan itu, termasuk di luar Bank Sentral Yaman cabang Aden, di mana komandan pasukan khusus Abdel Hafez Al-Saqqaf mengerahkan anak buahnya pada titik-titik di sekitar kota pada malam hari.
Baca Juga: AS Kembali Serang Yaman, Provinsi Saada dan Hodeidah Jadi Target
Sumber yang dekat dengan Komandan Saqqaf mengatakan, tiga anggota pasukan khusus tewas dan enam luka-luka dalam pertempuran itu.
Sementara itu, dua loyalis Hadi tewas dan tujuh luka-luka.
Wisatawan yang tiba di bandara internasional Kamis pagi, diberitahu untuk pulang karena adanya pertempuran.
Seorang turis mengatakan kepada AFP, akses ke bandara diblokir oleh orang-orang bersenjata.
Baca Juga: Iran: Kelambanan DK PBB Hentikan Kekejaman AS dan Israel Memalukan
Saksi mengatakan, menara kontrol bandara berada di bawah serangan.
Presiden Hadi berbasis di Aden sejak bulan lalu setelah melarikan diri dari tahanan rumah milisi Houthi yang menguasai ibukota Sanaa. Dia berusaha membangun kembali kekuasaannya di kota pelabuhan selatan tersebut.
Sebagian besar Aden berada di bawah kendali Komite Perlawanan Rakyat, milisi lokal yang setia kepada Hadi, tapi 2.000 pasukan khusus menolak mengakui otoritas Hadi.
Saqqaf menentang keputusan Hadi dan mengatakan, pasukannya hanya akan mengikuti perintah dari Dewan Presiden di Sanaa.
Baca Juga: Yaman Bersumpah Berikan Respons ‘Profesional dan Menyakitkan’ terhadap Serangan AS
Kelompok milisi berpaham Syiah mulai menguasai ibukota sejak September lalu.
Houthi mengendalikan sebagian besar wilayah utara Yaman, namun loyalis Hadi menguasai sebagian besar Aden dan provinsi tetangganya.
Yaman yang tampil di garis depan dalam perang Amerika Serikat melawan Al-Qaida, terjun dalam kekacauan sejak revolusi 2012 yang menggulingkan penguasa lama Ali Abdullah Saleh, yang kemudian dituduh mendukung kelompok Houthi. (T/P001/P2)
Mi’raj Islamic News Agency (MINA)
Baca Juga: Israel Langgar Gencatan Senjata di Lebanon, Dua Orang Tewas