Pasukan Saudi Tembak Jatuh Rudal Houthi yang Ditujukan ke Makkah

Jeddah, MINA – Pasukan pertahanan udara Kerajaan Arab Saudi telah mencegat sebuah rudal balistik yang diluncurkan oleh milisi Houthi Yaman menuju kota suci Makkah pada Kamis malam, demikian komando Koalisi Arab pimpinan Arab Saudi mengumumkan hari Jumat (28/7).

Dalam sebuah pernyataan yang disiarkan Saudi Press Agency, komando koalisi mengatakan, rudal Houthi ditembak jatuh di atas daerah Al-Wasliya di Provinsi Al-Taif, sekitar 69 kilometer jauhnya dari kota suci Makkah. Tidak ada kerusakan atau cedera yang dilaporkan terjadi.

Serangan rudal itu “jelas usaha putus asa untuk mengganggu musim haji,” kata pernyataan tersebut.

Dikatakan, peristiwa tersebut menunjukkan kurangnya pengawasan terhadap larangan penjualan rudal ke wilayah Yaman, terutama pemantauan di pelabuhan Al-Hodeida di Yaman barat. Juga menunjukkan adanya penyalahgunaan izin yang diberikan oleh aliansi untuk bantuan dan pengiriman barang. ”

Arab News yang dikutip MINA mengemukakan, perdagangan rudal terus berlanjut dan masyarakat dunia gagal mengambil keputusan untuk mencegah pelanggaran semacam itu sehingga memperpanjang perang dan membahayakan kehidupan warga sipil.

“Aliansi tersebut mengulangi dukungannya untuk keputusan pemerintah Yaman yang sah atas usaha utusan PBB untuk Yaman Ismail Ould Al-Chieck untuk memberlakukan kontrol terhadap jalur laut penting ini,” kata pernyataan koalisi tersebut.

Sebelumnya, koalisi pimpinan Saudi mendesak PBB untuk menguasai pelabuhan Hodeida guna memungkinkan arus bantuan kemanusiaan terus berlanjut bagi warga sipil, namun PBB menolak untuk bertanggung jawab. Kelompok Houthi yang didukung Iran terus mengganggu operasi di pelabuhan utama meskipun dilakukan serangan oleh koalisi.

Serangan rudal hari Kamis adalah yang kedua ditujukan ke Makkah. Sebelumnya tahun lalu pada tanggal 27 Oktober 2016, sebuah rudal Houthi yang diluncurkan dari Yaman ke kota suci juga ditembak jatuh oleh pasukan pertahanan udara Saudi sebelum bisa mencapai kota suci tersebut.

Pasukan Houthi juga telah meluncurkan berbagai serangan terhadap berbagai sasaran di sepanjang perbatasan Saudi dengan Yaman, menewaskan lebih dari seratus tentara dan warga sipil.

Arab Saudi, bersama dengan Uni Emirat Arab, mengorganisir koalisi pada tahun 2015 untuk mendukung pemerintahan Presiden Abed Rabbo Mansour Hadi yang diakui PBB di tengah serangan milisi Houthi dan kekuatan loyalis mantan Presiden Yaman Ali Abdullah Saleh.

Koalisi tersebut telah menuduh Iran mempersenjatai Houthi sebagai bagian dari upaya destabilisasi Teheran di wilayah tersebut. (T/B05/P1)

Mi’raj Islamic News Agency (MINA)