Pasukan Sudan Tangkap Empat Jurnalis TV AlAraby yang Liput Demonstrasi

Para pengunjuk rasa Sudan berlindung ketika pasukan keamanan menembakkan gas air mata selama bentrokan dengan pasukan keamanan pada protes anti-kudeta, di Khartoum, Sudan, 09 Januari 2022. (EPA-EFE/STRINGER)

Khartoum, MINA – Empat wartawan TV AlAraby ditangkap pasukan keamanan Sudan pada Kamis malam ketika sedang meliput demonstrasi, kemudian dibebaskan pada Jumat (14/1) setelah dianiaya secara fisik dan verbal dan kamera mereka dihancurkan.

Reporter Wael Mohammed Alhassan, supervisor  Islam Saleh, operator kamera Mazen Oono dan asistennya Abu Baker Ali,  ditangkap dalam penggerebekan di kantor saluran group The New Arab itu di Khartoum.

Alhassan mengatakan bahwa para jurnalis sedang meliput para demonstran dari atap gedung AlAraby TV ketika mereka tiba-tiba dihujani tabung gas air mata.

“Saat turun dari gedung, kami dihadang aparat keamanan,” katanya.

Mereka dibawa ke luar, diserang secara fisik, dan kemudian dibawa ke Pusat Intelijen Militer Khartoum oleh personel militer, menurut reporter itu.

Mereka dianiaya lagi secara verbal dan fisik pada saat kedatangan di pusat intelijen dan peralatan kamera mereka dihancurkan.

Para wartawan itu diinterogasi selama lebih dari empat jam.

Alhassan mengatakan, mereka “diperlakukan secara berbeda” setelah interogasi berakhir dan menerima permintaan maaf resmi dari pasukan keamanan. Pihak keamanan mengakui bahwa penahanan mereka adalah “kesalahan”.

“Ini adalah upaya untuk menekan media dan tampaknya itu adalah pesan intimidasi dari tentara [Sudan] kepada media. Ini bukan pertama kalinya kami terkena pelanggaran ini, dan itu tidak akan menjadi yang terakhir,” kata Alhassan kepada The New Arab.

Alaraby adalah saluran televisi regional yang mencakup Timur Tengah dan disiarkan dari London.

Didirikan pada tahun 2015, AlAraby telah memainkan peran kunci dalam memerangi disinformasi yang disebarkan oleh lembaga penyiaran negara di wilayah yang didominasi oleh narasi pemerintah otoriter.

Selama beberapa tahun terakhir, siarannya telah diblokir oleh penguasa Mesir, Arab Saudi, Bahrain dan UEA.

Stasiun ini adalah bagian dari grup Fadaat Media, yang juga mencakup surat kabar harian al-Araby al-Jadeed dan situs web The New Arab.

Demonstrasi telah mengguncang Sudan sejak kudeta militer 25 Oktober 2021 di mana jenderal tertinggi Sudan, Abdel Fattah al-Burhan, merebut kekuasaan dan sempat menahan Perdana Menteri Abdalla Hamdok. (T/RI-1/P1)

 

Mi’raj News Agency (MINA)

=====
Ingin mendapatkan update berita pilihan dan info khusus terkait dengan Palestina dan Dunia Islam setiap hari dari Minanews.net. Yuks bergabung di Grup Telegram "Official Broadcast MINA", caranya klik link https://t.me/kbminaofficial, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.