Paus Fransiskus di Irak, Serukan Diakhirinya Kekerasan dan Perpecahan Agama

Baghdad, MINA – Paus Fransiskus dalam pidatonya saat mengawali kunjungan ke Irak pada Jumat (5/3) menyerukan diakhirinya kekerasan, ekstremisme dan perpecahan agama.

Dia disambut oleh Presiden Irak Barham Salih, sejumlah besar pejabat dan ulama dari berbagai agama dan sekte di Irak, dengan upacara resmi di istana presiden di Zona Hijau di ibu kota Baghdad, tempat gedung-gedung pemerintah Irak dan banyak kedutaan asing, Anadolu Agency melaporkan.

Pemimpin Tertinggi Agama Katolik itu juga bertemu dengan para pemimpin politik Irak, perwakilan organisasi non-pemerintah, dan diplomat di sana.

Dia juga berbicara kepada minoritas di Irak, menyerukan kepada orang Kristen untuk lebih “berpartisipasi dalam kehidupan publik” dan menyentuh penderitaan Yazidi yang dilakukan oleh kelompok teroris Daesh / ISIS, yang ia sebut “korban tidak bersalah dari kekejaman yang tidak masuk akal.”

Paus mencatat bahwa perang saudara dan terorisme telah membawa kehancuran dan kematian ke Irak.

“Kita harus meninggalkan dunia yang lebih baik untuk generasi mendatang. Hidup dalam persaudaraan membutuhkan dialog yang nyata. Keberagaman agama di Irak mengangkat negara ini ke posisi khusus ratusan tahun lalu,” katanya.

Paus Francis mengatakan bahwa perlu melawan ketegangan regional yang membahayakan Irak.

“Komunitas internasional memiliki kewajiban untuk memastikan pembangunan dan perdamaian di Irak,” katanya.

Dalam kesempatan itu ia juga menyerukan solidaritas melawan pandemi virus corona.

Paus Frasnsiskus kemudian mengunjungi Katedral Sayidat al-Nejat di Baghdad, tempat puluhan orang terbunuh dalam serangan teroris tahun 2010 saat berlangsungnya ibadah.

Di sana, ia menyerukan masyarakat Irak untuk bersatu dan menjalin solidaritas.

Paus Fransiskus tiba di ibu kota Irak, Baghdad, untuk kunjungan resmi empat hari mulai 5-8/3.

Ini merupakan kunjungan luar negeri pertama Paus sejak wabah global virus corona. Ia dijadwalkan melakukan perjalanan ke beberapa bagian Irak. (T/R7/P1)

 

Mi’raj News Agency (MINA)