Paus Harap Hentikan Konflik, Serukan Bantuan Kemanusiaan di Gaza

Vatikan, MINA – Pemimpin umat Katolik Paus Fransiskus pada Ahad (12/11), menyerukan diakhirinya konflik di Gaza antara Israel dengan pejuang Palestina.

Ia juga menyerukan untuk memberikan “lebih banyak” lagi jumlah bantuan kemanusiaan untuk Gaza.

“Semoga senjata-senjata ini dihentikan: mereka tidak akan pernah membawa perdamaian, dan semoga konflik tidak meluas! Cukup! Cukup, saudara-saudara!,” kata Paus Fransiskus saat berbicara di lapangan Santo Petrus setelah melakukan doa mingguannya.

Paus Fransiskus mengatakan, korban luka di Jalur Gaza perlu segera dirawat, dan warga sipil harus mendapat perlindungan.

“Di Gaza, biarkan yang terluka segera diselamatkan, biarkan warga sipil dilindungi, biarkan lebih banyak bantuan kemanusiaan diberikan untuk menjangkau populasi yang terkena dampak,” ujar Paus.

Baca Juga:  Militer Israel: Janji Hancurkan Hamas Tindakan “Menyesatkan’ 

Dia juga menyerukan pembebasan semua tawanan dan tahanan di pihak Israel maupun Hamas, termasuk orang tua dan anak-anak.

“Setiap manusia, Nasrani, Yahudi, Islam, bangsa atau agama apapun, setiap manusia adalah suci, berharga di mata Tuhan dan berhak hidup damai,” ujarnya.

“Janganlah kita putus asa: marilah kita berdoa dan bekerja tanpa kenal lelah agar rasa kemanusiaan dapat mengalahkan kekerasan hati,” tambah Paus.

Israel telah melancarkan serangan udara dan darat tanpa henti di Jalur Gaza termasuk rumah sakit, tempat tinggal, dan rumah ibadah (Islam dan Kristen) sejak serangan lintas batas oleh kelompok perlawanan Palestina Hamas pada 7 Oktober.

Jumlah korban tewas dalam serangan militer Israel yang sedang berlangsung di Jalur Gaza sejak 7 Oktober telah melampaui angka suram yaitu lebih 11.100 orang, termasuk lebih dari 8.000 anak-anak dan wanita, kata kantor media pemerintah di Gaza.

Baca Juga:  70 Persen Fasilitas Umum di Rafah Hancur Imbas Agresi Zionis

Adapun jumlah korban tewas di Israel sebelumnya diumumkan 1.400 orang, baru-baru ini diperbaiki menjadi 1.200 orang, menurut angka resmi.(T/R5/P1)

Mi’raj News Agency (MINA)

Wartawan: Hasanatun Aliyah

Editor: Ismet Rauf