PB WANITA AL-IRSYAD DORONG PENGEMBANGAN WIRAUSAHA MUSLIMAH

(Foto: Putri/MINA)
Ketua Umum Pengurus Besar Wanita Al-Irsyad, Fahima Abdul Kadir Askar.(Foto: Putri/MINA)

Bogor, 2 Sya’ban 1436/20 Mei 2015 (MINA) – Ketua Umum Pengurus Besar Wanita Al-Irsyad, Fahima Abdul Kadir Askar mengatakan seorang muslimah harus mengembangkan jiwa wirausaha untuk membentuk kemandirian.

“Selain mengurusi rumah tangga, seorang Muslimah juga bisa mempunyai kegiatan seperti usaha sendiri atau kelompok,” ujar Fahima kepada Mi’raj Islamic News Agency (MINA) di sela acara Gathering Muslimah Al-Irsyad yang digelar di Erema Villa Bogor, Rabu (20/5).

Dalam acara gathering yang dihadiri sekitar 203 ibu muslimah sejumlah organisasi muslimah di Jakarta, Depok, dan Bogor di antaranya Pengurus Besar Al-Irsyad, Al-Irsyad Girl Club (Putri), pengurus cabang Depok dan Bogor itu juga diadakan bazaar Muslimah.

Acara tersebut disponsori oleh Pimpinan Pusat Al-Irsyad Al-Islamiyah, Duta Farah Tour and Travel, Rumah Sakit Ibu dan Anak Ummi Bogor, dan Masjid Abu Bakar As-Shiddiq Jakarta.

Fahima menyerukan kepada para ibu muslimah dan kader-kader PB Al-Irsyad untuk lebih giat dan aktif mengadakan kegiatan positif seperti membuat bazaar,men jual makanan dan lainnya.

“Di samping itu kegiatan wirausaha nanti akan membantu para ibu dan kadernya menciptakan hasil yang dapat kita pasarkan kepada masyarakt umumnya,” kata Fahima.

Fahima juga menjelaskan,  PB Wanita Al-Isryad  ingin yayasan dan lembaga Muslimah dalam kesatuan bersama mewujudkan tujuan bermasyarakat dan membantu sesamanya.

“Kita membantu dan menerima bagi siapa pun yang mau berdonasi. Hal itu sudah berjalan seperti program bagi tunanetra yang sudah dilakukan selama tujuh kali dan juga program pendidikan,” tambahnya.

Perhimpunan Al-Irsyad Al-Islamiyyah (Jam’iyat al-Islah wal Irsyad al-Islamiyyah) berdiri pada 6 September 1914 (15 Syawwal 1332 H). Tanggal itu mengacu pada pendirian Madrasah Al-Irsyad Al-Islamiyyah yang pertama, di Jakarta. Pengakuan hukumnya sendiri baru dikeluarkan pemerintah Kolonial Belanda pada 11 Agustus 1915.

Perhimpunan Al-Irsyad Al-Islamiyyah memiliki empat organ aktif yang menggarap segmen anggota masing-masing. Yaitu Wanita Al-Irsyad, Pemuda Al-Irsyad, Puteri Al-Irsyad, dan Pelajar Al-Irsyad. Peran masing-masing organisasi yang tengah menuju otonomisasi ini (sesuai amanat Muktamar 2000), cukup besar bagi bangsa.(L/P007/R05)

 

Mi’raj Islamic News Agency (MINA)

Wartawan: Rana Setiawan

Editor: Rana Setiawan

Comments: 0