PBB Belum Nyatakan Keadaan ‘Kelaparan’ di Jalur Gaza Saat Kondisi Kian Buruk

Warga Palestina yang mengungsi dari rumahnya menunggu makanan di Kamp Al-Shaboura, di pusat Rafa, Gaza, pada Desember 2023. (Dok.WHO)
Ilustrasi: Warga Palestina yang mengungsi dari rumahnya menunggu makanan di Kamp Al-Shaboura, di pusat Rafa, Gaza, pada Desember 2023. (Dok. WHO)

Jenewa, MINA – PBB dan aktor kemanusiaan lainnya belum menyatakan keadaan ‘kelaparan’ di Jalur Gaza yang dilanda perang, meskipun kondisi di wilayah Palestina itu semakin memburuk sejak Israel memulai perangnya pada tanggal 7 Oktober, yang telah menyebabkan lebih dari 30.000 orang syahid.

Namun, “begitu bencana kelaparan diumumkan, sudah terlambat bagi banyak orang”, kata Jens Laerke, juru bicara badan kemanusiaan PBB OCHA pada Kamis (29/2) di Jenewa.

“Kita harus melihat apa? Yang semakin banyak suara, semakin keras, katakan tentang situasi keamanan pangan di seluruh Jalur Gaza, khususnya di wilayah utara,” kata Laerke. The New Arab melaporkan.

“Jika sesuatu tidak berubah, kelaparan hampir tidak bisa dihindari mengingat tren yang ada saat ini,” katanya.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperingatkan, masyarakat di Jalur Gaza mempertaruhkan hidup mereka untuk mencari makanan, air dan pasokan lainnya menunjukkan tingkat kelaparan dan keputusasaan di tengah serangan Israel yang tak henti-hentinya.

“Sistem di Gaza sudah terpuruk, ini lebih dari sekedar bertekuk lutut,” kata Juru Bicara WHO Christian Lindmeier kepada wartawan di Jenewa. “Seluruh jalur kehidupan di Gaza sedikit banyak telah terputus.”

Lindmeier mengatakan, hal ini telah menciptakan “situasi yang menyedihkan”, seperti yang terlihat pada hari Kamis, ketika lebih dari 100 orang yang mencari bantuan kemanusiaan di Gaza terbunuh oleh tembakan Israel. (T/RI-1/P2)

Mi’raj News Agency (MINA)

Ikuti saluran WhatsApp Kantor Berita MINA untuk dapatkan berita terbaru seputar Palestina dan dunia Islam. Klik disini.