LIBYA-300x207.jpg" alt="Kelompok militan Libya kuasai ibukota Tripoli (Foto: Daily Massenger)" width="300" height="207" /> Kelompok militan Libya kuasai ibukota Tripoli (Foto: Daily Massenger)
Tripoli, 28 Dzulqa’dah 1435/23 September 2014 (MINA) – PBB, Uni Eropa dan kelompok 13 negara, menyerukan segera dilaksanakan gencatan senjata komprehensif di Libya, setelah misi PBB di sana mengusulkan pembicaraan pekan depan antara pendukung parlemen Libya yang bersaing.
Dalam pernyataan bersama, Senin (22/9), kelompok mengatakan bahwa pihak bertikai harus “menerima langsung gencatan senjata luas” dan “terlibat secara konstruktif dalam dialog politik secara damai dan tidak ada solusi militer untuk konflik ini”.
Negara-negara kelompok termasuk Mesir dan Uni Emirat Arab, pada Augustus lalu dituduh mendukung serangan udara terhadap milisi yang mengendalikan ibukota Tripoli, Al Jazeera yang dikutip Mi’raj Islamic News Agency (MINA) melaporkan, Selasa.
Desakan ini muncul setelah misi dukungan PBB di Libya, UNSMIL, mengusulkan pihak yang bertikai di Libya mengadakan pembicaraan di Aljazair.
Baca Juga: Media Asing: Militan Sudan Membantai Warga Desa, 200 Lebih Tewas
Misi PBB mengatakan komite gabungan PBB-Libya akan mengawasi gencatan senjata apa pun, dan mendesak pihak bertikai menyetujui jadwal untuk menarik pejuang dari kota-kota dan instalasi penting, termasuk bandara.
Misi PBB mengatakan, pembicaraan diusulkan dimulai pada tanggal 29 September.
Panggung politik Libya terbagi antara pendukung Kongres Nasiona Umum (GNC) di Tripoli dan saingannya DPR yang pindah ke kota pelabuhan Tobruk.
Dewan Perwakilan Rakyat pindah ke Tobruk setelah pejuang ‘Libya Dawn’ mengambil alih ibukota dan menghidupkan kembali GNC.
Baca Juga: PBB Tuduh Paramiliter Sudan Halangi Bantuan untuk Darfur
Misi PBB juga meminta milisi yang mengendalikan Tripoli untuk mengakui parlemen Tobruk.
PBB mengatakan pembicaraan akan didasari pada “legitimasi lembaga terpilih” dan mereka juga akan mengatur tempat dan tanggal “upacara penyerahan” dari parlemen sebelumnya yang terpilih awal tahun ini. (T/P001/R11)
Mi’raj Islamic News Agency (MINA)
Baca Juga: MSF: Separuh Penduduk Sudan Hadapi Kekurangan Pangan