PBB DESAK ISRAEL AKHIRI BLOKADE GAZA

-201408318
Perwakilan PBB untuk perdamaian Timur-Tengah, Nicolay Miladinov dalam konferensi pers di Gaza, Kamis (30/4) kemarin. (Foto: PIC)

Gaza, 12 Rajab 1436/1 Mei 2015 (MINA) – PBB mendesak pihak Israel untuk mengakhiri blokade Gaza, segera untuk mulai rekonstruksi dan menyukseskan rekonsiliasi Palestina.

“Setiap orang yang berkunjung ke Gaza pasti merasa sedih dengan kehancurkan yang disebabkan Israel, karena itu blokade harus dicabut dari Gaza,” kata Perwakilan PBB untuk perdamaian Timur-Tengah, Nicolay Miladinov dalam konferensi pers di Gaza, Kamis (30/4) kemarin.

“Saya telah mencapai kesepakatan dengan Presiden Mahmud Abbas dan PM Hamdalah untuk menyukseskan rekonsiliasi Palestina,” imbuhnya, demikian The Palestinian Information Center (PIC) yang dikutip Mi’raj Islamic News Agency (MINA), melaporkan.

Menurutnya, persatuan Palestina sangat penting. “Bukan sekedar pilihan, karena itu harus ada upaya merealisir rekonsiliasi,” tegasnya.

Miladinov menyebutkan, pemerintahan pimpinan Hamdalah nampak serius untuk menyelesaikan hambatan rekonstruksi Gaza.

Delegasi PBB itu juga menyampaikan bela sungkawa bagi kehancuran di Gaza. “Kehancuran di Gaza tak hanya menimpa bangunan, tetapi berdampak besar bagi kemanusiaan, rekonstruksi harus bertolak dari pemahaman menyeluruh.”

“PBB berkomitmen memberikan bantuan kemanusiaan untuk Gaza, dan para pengungsi Kamp Yarmuk di Suriah,” tegasnya.

“Tugas pokok saya adalah memberikan bantuan kepada warga Gaza, setelah saya menyampaikan kepada dunia tentang penderitaan di Gaza,” ungkapnya.

Menurutnya, rencana Serry telah dibahas di level politik, dan bertujuan menyelesaikan krisis kepegawaian dengan menggalang donasi dari para donor, dan realisasi rencana ini tak akan mengabaikan pihak manapun di lapangan.

Miladinov tiba di Gaza, Rabu (29/4) kemarin melalui perlintasan Bet Hanun “Iriz” Gaza Utara, dalam kunjungan pertamanya sejak menjabat dua bulan lalu.

PBB menjadi mediator rekonstruksi Gaza bekerjasama dengan otoritas Palestina dan Israel dalam rencana yang dikenal dengan “Proposal Serry” yang ditolak segenap rakyat Palestina, karena menjadi hambatan utama rekonstruksi Gaza, mereka meminta untuk mengubahnya. (T/P011/R02)

Mi’raj Islamic News Agency (MINA)

Comments: 0