Kabul, MINA – Badan Pengungsi PBB (UNHCR) mendesak semua negara untuk berhenti mendeportasi warga Afghanistan, sembari juga menyatakan keprihatinan yang mendalam atas meningkatnya risiko akibat perang di negara itu.
“Kami menyerukan kepada otoritas semua negara untuk segera menghentikan pemulangan paksa warga Afghanistan, banyak dari mereka mungkin membutuhkan perlindungan pengungsi,” kata Badan Pengungsi PBB (UNHCR) dalam pernyataan tertulisnya. Dikutip dari MEMO, Jumat (3/12).
UNHCR menegaskan, pemulangan paksa dalam keadaan tersebut, bertentangan dengan prinsip non-refoulement dan merupakan pelanggaran serius terhadap hukum Internasional.
Deportasi warga Afghanistan telah melonjak dari Pakistan, Iran dan Tajikistan sejak Agustus.
Baca Juga: Oslo Tuan Rumah Pertemuan Ketiga Koalisi Global untuk Krisis Palestina
Menurut UNHCR, rata-rata 3.000 warga Afghanistan dikirim kembali setiap hari dari Iran antara Agustus dan November, sementara Pakistan mendeportasi 1.800 warga Afghanistan antara September dan Oktober.
Sebanyak 23 pencari suaka Afghanistan, termasuk wanita dan anak-anak, juga dideportasi dari Tajikistan pada bulan lalu.
Pasukan Taliban berhasil mengambil alih kekuasaan pemerintahan pada 15 Agustus, ratusan orang telah meninggalkan Afghanistan karena situasi yang memburuk, diperburuk oleh keputusan Washington untuk memblokir miliaran dolar dari cadangan devisa Kabul.
Beberapa organisasi Internasional juga telah memperingatkan krisis kemanusiaan yang membayangi di negara itu. (T/Hju/P1)
Baca Juga: Joe Biden: Tiongkok dan Rusia Ingin AS Terjebak di Afghanistan
Mi’raj News Agency (MINA)