PBB-Eropa Minta Israel Hentikan Pembongkaran di Lembah Yordan

Brussels, MINA – Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan anggota Dewan Keamanan Eropa pada Jumat (26/2) meminta Israel untuk menghentikan pembongkaran permukiman Badui di Lembah Yordania, termasuk memberi akses kemanusiaan ke komunitas yang tinggal di Humsa Al-Baqaia.

Dalam pernyataan bersama di akhir sesi bulanan, Dewan Keamanan tentang konflik di Timur Tengah, Estonia, Prancis, Irlandia, Norwegia, dan Inggris mengatakan, mereka “sangat prihatin atas pembongkaran dan penyitaan barang yang berulang-ulang baru-baru ini, termasuk bangunan yang didanai donor dari Uni Eropa, oleh otoritas Israel di Humsa Al-Bqaia di Lembah Yordania.”

Dikatakan bahwa perhatian juga difokuskan pada sekitar 70 orang yang tinggal di komunitas Badui, termasuk 41 anak-anak, Nahar Net melaporkannya.

“Kami mengulangi seruan kami pada Israel untuk menghentikan pembongkaran dan penyitaan,” kata pernyataan itu.

“Kami lebih lanjut menyerukan Israel untuk mengizinkan akses kemanusiaan penuh, berkelanjutan dan tanpa hambatan ke komunitas di Humsa Al-Baqaia.”

Humsah al-Baqia terletak di Lembah Yordan, sebidang tanah subur dan strategis yang membentang dari Danau Tiberias hingga Laut Mati, yang telah muncul sebagai titik konflik dalam perebutan Tepi Barat.

Itu berada di Tepi Barat yang disebut Area C, wilayah pendudukan Palestina yang tetap di bawah kendali penuh militer Israel.

Di bawah hukum militer Israel, warga Palestina tidak dapat membangun bangunan di daerah tersebut tanpa izin, yang biasanya ditolak, dan pembongkaran adalah hal biasa terjadi.

Utusan PBB untuk wilayah tersebut, Tor Wennesland dari Norwegia, juga menyuarakan keprihatinannya atas pembongkaran dan penyitaan tanah.

Dia mengatakan pasukan keamanan Israel telah “menghancurkan atau menyita 80 bangunan” di komunitas Badui “di zona penembakan yang diumumkan Israel di Lembah Yordan.”

Dia mengatakan, tindakan tersebut telah “membuat 63 orang mengungsi, termasuk 36 anak beberapa kali, dan mengikuti pembongkaran serupa pada November 2020.” (T/RI-1/R1)

Mi’raj News Agency (MINA)