New York, MINA – Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memperingatkan bahwa kelaparan dan malnutrisi di Afghanistan memburuk dengan cepat, di mana lebih dari 19,2 juta orang diperkirakan akan menghadapi kerawanan pangan akut.
Dilansir dari Ariana News pada Jumat (23/10), dalam pengarahan Sekretaris Jenderal PBB pada Kamis, Juru Bicara PBB Stephane Dujarric mengutip proyeksi dari Integrated Food Security Phase Classification (IPC), yang menyatakan bahwa lima juta orang diperkirakan akan menghadapi tingkat kelaparan darurat.
Dujarric menambahkan, sekitar empat juta anak dan 1,3 juta ibu diperkirakan akan menderita malnutrisi.
Ia mengatakan bahwa sekitar sepertiga fasilitas kesehatan di Afghanistan, termasuk 815 klinik penanganan malnutrisi, telah ditutup atau dihentikan operasionalnya. Hal ini semakin membatasi akses terhadap layanan kesehatan dan gizi esensial bagi perempuan dan anak-anak.
Baca Juga: Afghanistan Tolak Laporan PBB yang Tunjukkan Peningkatan Budidaya Tanaman Opium Empat Kali Lipat
Menurut Dujarric, Program Pangan Dunia (WFP) terus memberikan bantuan pangan, dukungan gizi, dan program ketahanan bagi masyarakat rentan. Namun, kekurangan dana memaksa badan tersebut untuk menghentikan sebagian bantuan pangan pada bulan Juni guna menghemat sumber daya yang terbatas untuk musim dingin—saat kelaparan diperkirakan akan mencapai puncaknya.
Ia menyebutkan bahwa WFP tengah mempersiapkan respons untuk musim dingin, tetapi pendanaan saat ini hanya memungkinkan mereka untuk membantu satu juta dari lima juta orang yang membutuhkan dukungan.
Dujarric menegaskan bahwa WFP membutuhkan dana sebesar 545 juta dolar AS selama enam bulan ke depan untuk merespons krisis yang memburuk dengan cepat ini.
Peringatan ini muncul di tengah tantangan kemanusiaan yang kian meningkat di Afghanistan, di mana jutaan orang terancam kelaparan parah dan akses terhadap layanan gizi esensial semakin terbatas. []
Baca Juga: Australia Wacanakan Pemasangan Tombol Darurat di Kantor Anggota Parlemen
Mi’raj News Agency (MINA)















Mina Indonesia
Mina Arabic