PBB Kecam Penodaan Masjid Jenin oleh Pasukan Israel

New York, MINA – PBB mengecam penodaan situs keagamaan setelah video yang beredar di media sosial menunjukkan tentara Israel melakukan ritual Yahudi di dalam sebuah masjid di Tepi Barat yang diduduki.

“Penodaan situs keagamaan tidak boleh ditoleransi dan setidaknya bertentangan dengan kesusilaan,” kata Stephane Dujarric, Juru Bicara Sekretaris Jenderal PBB, kepada wartawan, Kamis (14/12). Press TV melaporkan.

Dia menekankan bahwa situs keagamaan perlu “dihormati dan tidak dapat diselewengkan dengan cara apa pun.”

Pernyataannya muncul setelah menteri sayap kanan Israel, Itamar Ben-Gvir, membagikan video yang menunjukkan tentara Israel melakukan ritual Yahudi di dalam masjid selama penggerebekan di kota Jenin, Tepi Barat.

Tindakan tersebut juga dikecam oleh Turkiye dan menyebutnya “provokatif”.

Baca Juga:  Israel Tangkap 90 Warga Palestina di Tepi Barat Selama Idul Adha

“Kami mengutuk keras provokasi tentara Israel yang menyerbu Kamp Pengungsi Jenin, dan tidak menghormati kesucian tempat ibadah dengan memasuki masjid,” kata Oncu Keceli, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Turkiye, di X Kamis malam.

Pemerintah Turkiye juga menyerukan agar pelakunya dihukum dan mengakhiri “teror pemukim”.

“Di Yerusalem Timur [al-Quds] dan Tepi Barat, di mana ketegangan meningkat sangat tinggi akibat teror pemukim (Yahudi) dan tekanan berat serta serangan oleh pasukan keamanan Israel terhadap warga Palestina, kami memperkirakan serangan terhadap tempat-tempat suci umat Islam segera diakhiri dan mereka yang melakukan serangan terhadap tempat-tempat suci umat Islam dan melakukan provokasi ini untuk dihukum seberat-beratnya,” tambah Keceli.

Baca Juga:  Para Pemimpin Arab Sampaikan Apresiasi atas Suksesnya Haji Tahun Ini

Pemerintah Palestina juga mengecam serangan Israel di Jenin sebagai “eskalasi berbahaya”, dan memperingatkan bahwa penodaan masjid oleh beberapa tentara Israel akan mengipasi ketegangan agama. (T/RI-1/P2)

 

Mi’raj News Agency (MINA)

Wartawan: Rudi Hendrik

Editor: Widi Kusnadi