PBB: Keputusan Israel di Tepi Barat Bahayakan Solusi Dua Negara

Brussel, 3 Rajab 1437/14 April 2016 (MINA) – Utusan Kantor Koordinasi Urusan Kemanusiaan PBB (OCHA), Robert Piper, mengatakan, keputusan sepihak Israel untuk menghancurkan beberapa bangunan di Tepi Barat adalah keputusan yang sangat membahayakan solusi dua-negara dengan Palestina.

Piper mengunjungi Brussel, Senin (11/4), untuk membahas masalah ini. Menurutnya, proses perdamaian di wilayah Timur Tengah, khususnya Palestina yang macet dalam beberapa kesempatan terakhir adalah fokus utama.

“Wilayah ini telah mengalami lonjakan kekerasan yang menewaskan lebih dari 202 warga Palestina,” kata Piper, demikian laporan International Islamic News Agency (IINA) dikutip Mi’raj Islamic News Agency (MINA).

Israel telah lama menuai kritik internasional terkait keputusan membongkar rumah-rumah dan bangunan Palestina di Tepi Barat. Sementara pada saat yang sama, permukiman ilegal Yahudi mendukung penuh perluasan permukiman di wilayah tersebut.

“Tahun ini, terjadi peningkatan penghancuran yang signifikan. Sejak awal 2016, tren pembangunan telah menunjukkan peningkatan, dan sejumlah penghancuran bangunan yang lebih buruk dari tahun lalu,” paparnya.

Dia menggambarkan perilaku Israel sebagai “strategi canggih” untuk menekan orang dengan menghancurkan rumah-rumah, menghilangkan mata pencaharian masyarakat, atau menolak untuk mengeluarkan izin.

“Bukan dengan senjata untuk memindahkan orang-orang dengan truk. Cara tersebut adalah tekanan yang halus untuk membersihkan daerah-daerah tertentu di Tepi Barat,” katanya.

“Ini adalah pola perubahan yang akan menggerogoti tujuan politik jangka panjang untuk menciptakan dua negara Israel dan Palestina. Apa yang kita lihat adalah tindakan yang membahayakan solusi dua negara,” imbuhnya.

Pada kesempatan itu, ia juga mengkritik sikap negara-negara Uni Eropa (UE) yang dinilai bersikap pasif dalam menghadapi krisis di Palestina. (T/P011/R05)

Mi’raj Islamic News Agency (MINA)