Jenewa, MINA – Kepala Hak Asasi Manusia PBB Volker Turk pada Rabu (3/5) memperingatkan bahwa pertempuran di Sudan telah berdampak buruk pada hak asasi manusia, di mana bentrokan baru-baru ini menyebabkan sedikitnya 550 orang tewas dan lebih dari 4.900 terluka.
Peristiwa itu juga memaksa lebih dari 100.000 penduduk mengungsi ke negara tetangga.
“Dampak hak asasi manusia dari pertempuran saat ini telah menjadi bencana besar. Ini memilukan,” kata Volker Turk kepada Dewan Keamanan PBB seperti dikutip Anadolu.
Menurutnya, negara terbaru yang bergerak menuju konflik besar adalah Sudan.
Baca Juga: Serangan Balasan Tiongkok: AS Akan Jadi Pecundang Perang Dagang Internasional
“Warga sipil terus ditempatkan pada risiko akut, dan dicegah mengakses persediaan dan bantuan kritis,” ujarnya.
Ia mengatakan, kepercayaan telah dilenyapkan. Masa depan Sudan bergantung pada pembangunan kepercayaan antara rakyat Sudan dan institusi yang seharusnya melayani mereka.
Turk menuduh pihak yang bertikai menginjak-injak proporsionalitas dan tindakan pencegahan dan dia mengutuk keras pelanggaran hak asasi manusia.
“Hak asasi manusia, diakhirinya impunitas, dan partisipasi penduduk — khususnya perempuan dan kaum muda — harus menjadi kekuatan pendorong keluar dari krisis saat ini sehingga Sudan akhirnya bisa stabil,” tambahnya.
Baca Juga: Palestina dan Myanmar Jadi Sorotan di Sidang Parlemen Global
Ibu kota Sudan, Khartoum, telah dilanda kekerasan selama berminggu-minggu dalam pertempuran antara tentara dan kelompok paramiliter Pasukan Dukungan Cepat (RSF). (T/R6/RI-1)
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Iran Tolak Negosiasi Langsung dengan AS