New York, MINA – Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memperingatkan situasi di Tepi Barat yang diduduki semakin mendekati titik kritis akibat meningkatnya kekerasan pemukim Israel, operasi militer, perluasan permukiman, dan ancaman pengusiran warga Palestina.
Peringatan tersebut muncul di tengah meningkatnya serangan pemukim Israel terhadap warga Palestina. PBB menilai kekerasan yang terus berlangsung, ditambah kebijakan permukiman dan pembatasan pergerakan, semakin memperburuk kondisi keamanan serta kemanusiaan di wilayah pendudukan.
Situasi di lapangan terlihat semakin tegang. Pada akhir Juli, bentrokan di desa Tal, dekat Nablus, menewaskan enam orang, terdiri dari empat warga Palestina dan dua warga Israel.
Setelah kejadian tersebut, pasukan Israel melakukan penangkapan dan menutup sejumlah akses jalan, sehingga mobilitas warga Palestina semakin terbatas. Al-Jazeera melaporkan, Rabu (12/8).
Baca Juga: Israel Culik 28 Warga Palestina di Tepi Barat, Termasuk Jurnalis Al Jazeera
PBB sebelumnya juga melaporkan bahwa perluasan permukiman Israel dan kekerasan pemukim telah mendorong perpindahan warga Palestina. Kantor HAM PBB pada Maret 2026 menyatakan ekspansi permukiman dan aneksasi Israel di Tepi Barat menyebabkan lebih dari 336.000 warga Palestina terusir dari tempat tinggal mereka dalam periode yang dikaji.
Selain kekerasan fisik, warga Palestina menghadapi penghancuran rumah, penyitaan lahan, pembatasan akses, serta tekanan terhadap komunitas pedesaan dan penggembala.
Komisi Penyelidikan PBB menyatakan kekerasan pemukim dalam sejumlah kasus berkaitan dengan tujuan memperkuat permukiman Israel, mencaplok wilayah Palestina, dan mendorong perpindahan penduduk.
PBB menegaskan bahwa kondisi tersebut membutuhkan perhatian dan tindakan internasional segera. Dalam pernyataan sebelumnya, Presiden Majelis Umum PBB menyebut situasi di Gaza dan Tepi Barat telah mendekati titik kritis.
Baca Juga: Sedikitnya 234 Pemukim Israel Serbu Halaman Masjid Al-Aqsa
Sementara Sekretaris Jenderal PBB menyerukan penghentian kekerasan pemukim, perluasan permukiman, pembongkaran rumah, dan kebijakan yang mengancam keberadaan warga Palestina di tanah mereka. []
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Empat Warga Palestina Syahid dalam Pelanggaran Terbaru Israel di Gaza
















Mina Indonesia
Mina Arabic